Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa dibuka melanjutkan pelemahan seiring minimnya sentimen positif yang beredar di pasar.
IHSG BEI dibuka melemah 33,07 poin atau 0,54% menjadi 6.056,23. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 8,25 poin atau 0,85% menjadi 962,90.
"Minimnya insentif positif bagi pasar baik eksternal maupun domestik menyebabkan pasar saham dunia, termasuk IHSG melambat," kata Kepala Riset Valbury Sekuritas, Alfiansyah, di Jakarta, Selasa (18/12).
Ia mengemukakan sentimen negatif yang beredar berkenaan dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok menjadi sentimen utama yang memicu tekanan di pasar saham.
"Perang dagang telah mempengarui perekonomian global sepanjang tahun 2018. Kendati konflik perang dagang kedua negara rehat sejenak namun ketidakpastian masih bisa berlanjut pada tahun depan," katanya.
Baca juga: Sikap The Fed Melonggar, Rupiah Menguat
Sementara dari dalam negeri, menurut Alfiansyah, neraca perdagangan November yang tercatat defisit menambah beban bagi IHSG. Defisit disebabkan tekanan dari ekonomi global khususnya yang terkait dengan perang dagang.
Bursa regional, di antaranya Indeks Nikkei melemah 202,84 poin (0,94%) ke 21.304,03, Indeks Hang Seng menguat 30,53 poin (0,12%) ke 26.118,51, dan Indeks Strait Times melemah 39,11 poin (1,26%) ke posisi 3.075,14. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved