Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
NILAI tukar rupiah hari ini melanjutkan penguatan terhadap dolar AS dengan ditutup di 14.235. Bila dibandingkan dengan penutupan di 14.300 pada perdagangan Jumat (30/11), rupiah menguat Rp65 atau 0,45%.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Nanang Hendarsah Bank Indonesia mengatakan nilai rupiah menguat disertai dengan turunnya yield (imbal hasil) obligasi negara 10 tahun ke 7,8%.
"Penguatan rupiah masih ditopang oleh derasnya arus modal masuk ke pasar keuangan domestik terutama pasar sekunder SBN," ujar Nanang , Senin (3/12).
Bila diakumulasi sepanjang November 2018, arus modal masuk ke SBN mencapai Rp35 triliun, naik dari Rp15,1 triliun di Oktober 2018. Derasnya arus masuk modal investasi asing tersebut terjadi di tengah merebaknya optimisme atas kesepakatan Presiden Amerika Serikta Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping Jinping.
Dalam pertemuan G-20 di Buenos Aires, Argentina, kedua pemimpin negara menyepakati gencatan perang dagang dengan menunda pengenaan tambahan tarif oleh kedua negara untuk 90 hari ke depan. Mereka punmengintensifkan pembicaraan lanjutan untuk menghasilkan rumusan perjanjian dagang antara kedua negara.
Besarnya arus modal portofolio asing tersebut juga tercermin dari aliran dana dari pihak asing di pasar valuta asing yang menambah pasokan valas dari eksportir yang mencapai US$677 juta. Pasokan valas dari investor asing dan eksportir dapat menutup kebutuhan valas importir yang mencapai US$740 juta.
Selama November 2018 pasokan valas dari investor asing mencatatkan nilai terbesar sepanjang 2018, yaitu mencapai US$4,3 miliar. Nilai itu melebihi kebutuhan valas korporasi domestik selama November yang mencapai US$2,3 miliar.
Mengalirnya arus modal asing, disebut Nanang, juga menunjukkan kepercayaan yang kuat investor global terhadap daya tahan ekonomi makro Indonesia di tengah pasar keuangan global yang selama Maret - September 2018 terus bergejolak. Apalagi didukung kebijakan moneter yang pre-emptive dalam merespons tantangan global dan domestik.
"Termasuk tantangan defisit neraca transaksi berjalan, serta kebijakan fiskal yang ditempuh secara konsisten dan prudent," ujarnya.
Potensi masuknya arus modal asing ke pasar SBN masih cukup besar karena meskipun imbal hasil SBN 10 tahun sudah turun ke 7,8%. Meski begitu, bila dibandingkan dengan yield obligasi pemerintah AS (US Treasury Bond) yang mencapai 3%, investor masih mempeoleh selisih 480 basis poin (bps).
Selain itu,, dengan inflasi November 2018 sebesar 3,23%, nilai riil dari imbal hasil yang ditawarkan oleh SBN 10 tahun mencapai 4,57%, tertinggi setelah Brazil.
Tingkat inflasi yang rendah dan stabil juga akan membuat nilai tukar rupiah secara efektif terhadap sekelompok mata uang mitra dagang atau dikenal Real Effective Exchange Rate (REER) daya saingnya tetap terjaga.Oleh karena itu, pasar juga merespons positif data inflasi bulan November 2018.
Bila dihitung sejak awal tahun, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih melemah 4,75%. Namun demikian, menguatnya rupiah sepanjang November menipiskan angka pelemahan rupiah sepanjang tahun ini yang pada Oktober sempat mencapai 10,65%. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved