Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Survei Sebut 70% Ekonomi Membaik, TKN: Pemerintah di Trek yang Benar

Insi Nantika Jelita
27/11/2018 21:20
Survei Sebut 70% Ekonomi Membaik, TKN: Pemerintah di Trek yang Benar
(MI/Susanto)

WAKIL Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menanggapi hasil survei dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang menyatakan sebanyak 70,3% mayoritas masyarakat Indonesia memiliki persepsi bahwa kondisi ekonomi Indonesia berada pada kategori sedang dan baik.

"Saya kira satu hal yang patut kita hormati dan wajar tingkat kepuasan sebanyak 70 persen. Empat tahun ini pembangunan ekonomi kita memang pada track yang benar dan selalu mengalami progres," ujar Karding saat dihubungi oleh Media Indonesia, Jakarta, Selasa (27/11).

Dalam kondisi tekanan ekonomi global seperti hari ini, kata Karding, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,2%. Kemudian juga indeks gini rasio Indonesia terus berkurang.

"Di samping itu juga tingkat pengangguran dan daya beli masyarakat serta inflasi juga turun signifikan. Jadi kondisi grade investasi kita terus membaik. Ditambah lagi dana desa yang mendorong lahirnya atau tumbuh ekonomi desa, itu artinya pembangunan ekonomi pak Jokowi baik," kata Karding.

Dalam waktu empat tahun, menurut Karding, tidak semua kebutuhan masyarakat bisa terjangkau secara maksimum. Namun secara umum pembangunan bisa dilakukan dengan pembangunan infrastruktur yang masif.

"Ini banyak implikasi yang timbul saat itu, antara lain misalnya terbuka nya jalur ekonomi baru, yang kedua semakin murahnya logistik, dan semakin efisien seluruh proses usaha usaha ekonomi yang dilakukan," ucapnya.

Menurut hasil survei LSI juga menerangkan masyarakat yang mempersepsikan kondisi ekonomi saat ini sedang dan baik sebesar 64,4% menyatakan mendukung calon presiden nomor urut 01, Jokowi-Amin.

Sedangkan kalangan pemilih yang mempersepsikan kondisi ekonomi Indonesia saat ini pada kategori buruk, lebih banyak mendukung pasangan Prabowo-Sandi yaitu sebesar 63,9%. Sedangkan 25,5% memilih pasangan Jokowi-Amin.

"Saya kira wajarlah apalagi selama ini pak prabowo membangun isu-isu tanpa data. Pemilih jika tidak puas dengan satu pihak dia akan ke pihak lain, ini perilaku pemilih yang wajar," tandasnya. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya