Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Perindustrian Airlangga Hartarto menegaskan kebijakan relaksasi daftar negatif investasi (DNI) akan mengancam eksistensi industri domestik.
Airlangga sekaligus menyanggah pernyataan calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang mengatakan kebijakan tersebut menyerah kepada kepentingan investor asing.
Airlangga menjelaskan, paket kebijakan ekonomi ke-16 itu justru menguntungkan sektor usaha mikro, kecil, dan menegah (UMKM)
"Jadi DNI itu harus dibedakan masalah UKM. UKM itu kan investasinya di bawah 10 miliar jadi kalau itu tidak ada relaksasinya. Yang direlaksasi, khusus di bidang industri terkait dengan barang-barang yang sesudah regulasi diluncurkan 2016 lalu, investornya tidak ada. Baik domestik, atau pun investor lain," jelasnya di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (21/11).
Dalam paket ekonomi ke-16, pemerintah menambah jumlah bidang usaha yang dikeluarkan dari DNI sehingga total ada 95 bidang. Dari jumlah itu, sebanyak 54 bidang usaha baru dikeluarkan dari DNI pada 2018 dan 41 bidang lainnya di DNI 2016.
Menurut Prabowo, paket kebijakan itu memberikan peluang besar kepada pihak asing untuk masuk dan menguasai 28 sektor industri di dalam negeri.
Ia menyebut kebijakan tersebut tidak sesuai dengan UUD 1945, terutama pada Pasal 33 Ayat 1 dan 2 yang berbunyi bahwa bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
Sementara, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution, menjelaskan, kebijakan bukan berarti seluruh sektor tersebut bisa sepenuhnya dikuasai investor asing.
Pemerintah, jelasnya, tetap melindungi pelaku UMKM kendati bidang usaha yang dikeluarkan dari DNI bertambah. Pemodal asing yang ingin masuk ke 54 bidang usaha tersebut harus berinvestasi minimal Rp10 miliar.
"Bidang umbi-umbian, warung internet itu asing gak bisa masuk. Kemudian ada satu lagi yang tadinya dibilang harus bermitra. Ya ngapain harus bermitra. Kita keluarkan saja dari DNI. Tetapi itu tidak mungkin asing masuk. Ngerti gak? Karena ini digabung-gabung list-nya," tandasnya. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved