Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Ekonomi Kemitraan Kurangi Ketimpangan

Putra Ananda
03/9/2018 07:50
Ekonomi Kemitraan Kurangi Ketimpangan
(Bakal Calon Wapres KH Ma’ruf Amin -- ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

PASANGAN calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin akan mewujudkan ekonomi kerakyatan. Hal itu diungkapkan Ma'ruf Amin saat menghadiri acara pekan orientasi caleg NasDem tingkat DPR di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, kemarin.

Menurut Ma'ruf, ekonomi kerakyatan merupakan arus baru ekonomi bagi Indonesia dalam menghadapi tantangan global. Ekonomi kerakyatan ialah wujud negara dalam membangun sistem ekonomi yang berkeadilan.

"Sesuai sila kelima, yaitu keadilan sosial. Model ekonomi neoliberal saat ini hanya melahirkan konglomerasi," tutur Ma'ruf di hadapan 575 caleg NasDem untuk DPR yang hadir.

Sistem ekonomi saat ini, dikatakan Ma'ruf, belum sepenuhnya dapat dirasakan masyarakat kalangan menengah ke bawah. Satu-satunya jalan untuk mewujudkan pemberdayaan ekonomi masyarakat menengah ke bawah ialah dengan cara membangun kemitraan dengan pemerintah lewat koperasi dan retribusi aset.

"Kolaborasi antarseluruh komponen bangsa," tuturnya.

Ekonomi kerakyatan juga dilakukan sebagai upaya menghilangkan kesenjangan antara masyarakat kelas menengah ke bawah dan menegah ke atas. Menurut Ma'ruf, disparitas kemajuan ekonomi antara daerah satu dan yang lain juga tidak boleh terlalu jauh.

"Disparitas produk lokal dan global, kemudian produk lokal tidak mampu bersaing," tuturnya.

Dirinya melanjutkan, konsistensi Presiden Jokowi di periode pertama yang membangun infrastruktur yang merata merupakan modal bagus dalam memperkecil disparitas antardaerah di Indonesia. Untuk itu, kepemimpinan Jokowi perlu diberi kesempatan pada periode kedua guna mewujudkan Indonesia maju yang bisa dirasakan semua kalangan.

"Periode pertama fokus pada infrastruktur, periode kedua akan membangun landasan agar Indonesia bisa melesat maju di 2024 lewat kepemimpinan kaum muda," pungkasnya.

Untuk mewujudkan landasan tersebut, Ma'ruf menjelaskan bangsa ini tidak perlu lagi menyibukkan diri dengan konflik ideologis. Keutuhan bangsa merupakan syarat utama yang dibutuhkan untuk membawa kemajuan. Dengan begitu, pada 2024 Indonesia bisa memantapkan diri mengejar kemajuan.

Nasionalis religius

Sebelumnya, dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menuturkan kehadiran pasangan calon presiden dan wakil presiden Jokowi-Ma'ruf Amin merupakan konsep ideal dari Indonesia yang menginginkan koalisi nasionalis dan religius.

Jokowi-Ma'ruf diyakini bisa menyelesaikan konflik perbedaan prinsip ideologi antara kehidupan berbangsa dan keagamaan. "Saya mengikuti benar-benar pemikiran yang telah diutarakan calon wakil presiden kita Bapak KH Prof Ma'ruf Amin. Sejujurnya saya harus kasih tahu kepada kalian, saya kagum dengan beliau."

Gagasan keagamaan Ma'ruf yang menekankan Islam Nusantara di Indonesia, tambah Surya, merupakan pemikiran selaras dengan NasDem dan membawa gagasan politik perubahan restorasi. Islam Nusantara merupakan nilai-nilai keisalaman yang dapat menyepakati kultur budaya kehidupan bernegara dengan budaya masyarakat majemuk.

"Besar sekali artinya karena pikiran-pikiran yang jelas, apa yang disampaikan Pak Ma'ruf Amin itulah sejatinya, esensinya politik gagasan Partai NasDem, yaitu membawa perubahan restorasi Indonesia, ini benar saya katakan," tandas Surya. (X-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya