Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Dua Kali Ramadan Harga Sembako Stabil

Andhika Prasetyo
11/6/2018 20:43
Dua Kali Ramadan Harga Sembako Stabil
( ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

PERIODE Ramadan dan Lebaran kerap menjadi momok menakutkan, baik bagi pemerintah juga masyarakat karena kekhawatiran harga bahan-bahan pangan pokok yang melambung. Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasinya, terbukti efektif. Dalam dua kali periode Ramadan dan lebaran, pasokan dan harga terpantau stabil.

"Sudah dua tahun kondisi aman. Sejak 2017, kami bisa kendalikan. Tidak ada gejolak harga sampai sekarang. Tidak ada alasan naik karena pasokan kita banyak," tandas Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat berbincang dengan Media Indonesia di Kendari, Sulawesi Selatan, Senin (11/6).

Sebelumnya, permintaan yang tinggi sering kali dijadikan permainan oleh beberapa pihak untuk mengambil keuntungan dengan menahan stok dan memainkan harga. Hal itu pun diakui oleh Enggar. Ia melihat selama ini beberapa pihak kerap memanfaatkan kesempatan ketika harga pangan naik. Kesempatan tersebut terus diulang-ulang setiap tahun sehingga menjadi rutinitas yang akhirnya dianggap biasa oleh masyarakat.

"Padahal itu tidak boleh dibiarkan. Itu sebenarnya tidak bisa ditoleransi," tegas Enggartiasto

Berbagai upaya pun dilakukan pemerintah, termasuk Kementerian Perdagangan yang merupakan kementerian teknis terkait. Enggartiasto mengungkapkan, sejak tahun lalu, pola pengawasan telah diubah. Pasokan dan harga dipantau secara berkelanjutan oleh seluruh pihak terkait dan juga yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Pangan.

Kemendag, pada tahun ini, secara langsung menyebar hingga 205 staf, bahkan para eselon satu juga diterjunkan, untuk memantau langsung titik-titik lokasi yang rentan mengalami lonjakan harga.

"Eselon satu bertanggung jawab atas beberapa daerah guna memudahkan komunikasi dari staf yang ada di lapangan. Jika stok menipis, kami bisa langsung ambil keputusan untuk mengeluarkan pasokan," terangnya.

Selain itu, pendekatan secara persuasif juga dilakukan. Pemerintah, sejak jauh hari sebelum Ramadan, telah bertemu dengan para pemangku kepentingan untuk berdialog terkait periode kritis tersebut.

"Bagi kami yang utama adalah ketersediaan, hukum suplai dan demand. Tidak boleh ada kekurangan dan tidak boleh ada permainan. Kami ingin harga tetap stabil," ucapnya. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya