Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

OJK: Korban Investasi Bodong Banyak, Akibat Literasi Keuangan Rendah

Cahya Mulyana
25/5/2018 15:46
OJK: Korban Investasi Bodong Banyak, Akibat Literasi Keuangan Rendah
(MI/RAMDANI)

KETUA Dewan Komisaris Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyebut banyaknya masyarakat yang terjerat investasi ilegal atau bodong ialah akibat rendahnya pengetahuan tentang keuangan. Kerugian dalam 10 tahun terakhir akibat kasus investasi bodong, menurutnya, mencapai lebih dari Rp100 triliun.

"Tingkat literasi masyarakat Indonesia masih belum cukup tinggi. Tingkat literasi masyarakat Indonesia terhadap produk keuangan hanya mencapai 29,7% naik dari tahun 2013 yang sebesar 21,8%. Rendahnya tingkat literasi berkorelasi dengan maraknya korban investasi ilegal," terangnya di kantor OJK, Jakarta, Jumat (25/5).

Secara spasial, menurutnya, indeks literasi atau pemahaman masyarakat di pulau Jawa berkisar 34% - 40%. Itu lebih baik daripada pemahaman di luar Jawa. Rendahnya tingkat literasi tersebut berkorelasi dengan maraknya korban kegiatan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi ilegal.

Kerugian yang mencapai lebih dari Rp100 triliun dalam sepuluh tahun terakhir itu disebutnya, sangat mengerikan. "Tentunya ini perlu kita cegah. Kita akan perkuat dan prioritaskan aspek pencegahan, sehingga setiap kegiatan investasi ilegal tidak sampai menimbulkan korban dalam jumlah yang signifikan," ungkapnya.

Wimboh mengatakan strategi pencegahan investasi bodong dengan mengampanyekan pengetahuan tentang keuangan. Oleh sebab itu, dia meminta Satgas Waspada Investasi terus meningkatkan pencegahan supaya kerugian serupa bisa ditekan.

"Untuk itu keberadaan Satgas Waspada Investasi dalam melakukan pencegahan maupun penanganan terhadap kegiatan investasi ilegal di masyarakat, tentu semakin relevan dan penting," tutupnya. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya