Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Dua Dekade Reformasi, Keadilan Sosial Dinilai Membaik

Erandhi Hutomo Saputra
10/5/2018 13:21
Dua Dekade Reformasi, Keadilan Sosial Dinilai Membaik
(MI/Adam Dwi)

DI tengah dua dekade era reformasi, masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dibenahi. Namun, reformasi dinilai mulai berjalan di arah yang benar. Salah satunya, dalam hal keadilan sosial.

"Sebagian besar reformasi sudah berjalan on the right track," ujar Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta dalam diskusi '20 Tahun Reformasi Capaian dan Tantangan' oleh Media Group di Komplek Media Group Jakarta, Rabu (9/5).

Pertama yakni soal akses pendidikan, jika sebelum reformasi akses pendidikan anak-anak hingga SMP kurang dari 50% maka saat ini sudah mencapai 90% dari populasi. Sedangkan untuk akses pendidikan hingga SMA dari sebelumnya kurang dari 40%, kini paska reformasi sudah mencapai 70%.

"Juga tingkat kesehatan masyarakat yang ditunjukkan dengan angka harapan hidup, dulu di bawah 70 tahun sekarang di atas 70 tahun. Dan yang paling hebat presentase persalinan yang ditolong oleh petugas medis dari sebelumnya kurang dari 50% sekarang hampir mendekati 100%. Sehingga dari sisi keadilan sosial terkait kehidupan masyarakat ini ada perbaikan," jelasnya.

Tidak hanya itu, jumlah penduduk miskin juga berkurang sejak era reformasi dari 49,50 juta pada tahun 1998 menjadi 26,58 juta pada 2017.

"Dan yamg paling penting keberpihakan, dulu pembangunan terlalu sentralistik di Jawa, sekarang sudah mulai dirasakan efek desentralisasi dengan dana transfer daerah dan dana desa, ini bangunan besar dari momentum 1998," tukasnya.

Meski demikian, Arif mengamini jika masih banyak persoalan ekonomi yang belum bisa diselesaikan diantaranya penguasaan aset yang masih dikuasai oleh segelintir orang. Selain itu struktur pasar yang masih cenderung oligopoli dimana dari hulu sampai hilir dikuasai beberapa pihak.

"Kalau dikatakan bagaimana nilai reformasi dalam angka menurut pandangan saya berjalan dengan baik walau ada kekurangan. Ini posisinya mungkin B lah meskipun bukan B plus tapi memberikan perubahan signifikan untuk memberikan akses yang sama ke semua orang, tapi oligopoli dan monopoli ini PR besar," pungkasnya. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya