Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PENUNJUKAN Budi Waseso (Buwas) sebagai Direktur Utama Perusahaan Umum Badan urusan Logistik (Perum Bulog) menggantikan Djarot Kusumayakti tidak serta merta akan mengubah kondisi harga dan persediaan bahan pangan pokok terutama beras dalam waktu dekat.
Pengamat pertanian Khudori menilai pergantian pucuk pimpinan yang dilakukan dua pekan sebelum Ramadan malah bisa menjadi blunder bagi perseroan. Pasalnya, sebagai orang baru yang memasuki bidang baru, Buwas perlu mempelajari, mengonsolidasi tim dan memetakan berbagai persoalan yang dihadapi.
"Itu butuh waktu. Padahal tugas-tugas berat terkait Ramadan, terutama memastikan stok pangan dan stabilisasi harga sudah di depan mata. Ini perlu aksi segera. Tidak bisa menunggu," ujar Khudori kepada Media Indonesia, Jumat (27/4).
Untungnya, lanjut Khudori, pergantian dirut hanya diikuti oleh pergantian direktur keuangan. Sehingga tugas-tugas yang terkait dengan persoalan stok dan stabilisasi harga tetap bisa berjalan seperti sebelumnya.
Perombakan direksi juga tidak otomatis memperbaiki masalah cadangan stok yang dimiliki Bulog. Maka dari itu, pergantian harus diikuti oleh perubahan kebijakan agar hasilnya optimal.
Yang terpenting, tutur Khudori, adalah menyederhanakan dan memperpendek proses pengambilan keputusan di internal perusahaan. Pasalnya, selama ini Bulog terkesan lambat dan tidak responsif dalam menghadapi persoalan karena atasannya terlalu banyak.
"Bulog berada di bawah kendali banyak kementerian. Perlu dipikirkan agar proses pengambilan keputusan lebih cepat dengan mengurangi majikan," tegasnya.
Pemerintah sebagai regulator juga sebaiknya tidak lagi memberikan penugasan-penugasan mendadak. Selama ini, bisa dipastikan, di luar beras, sebagian besar penugasan kepada bulog sifatnya mendadak.
"Siapapun pucuk pimpinan Bulog akan terombang-ambing oleh tugas-tugas mendadak ini. Penugasan yang mendadak membuat rencana-rencana manajemen jangka menengah dan jangka panjang sulit dieksekusi. Sumber daya habis terkuras untuk mengurus penugasan mendadak,” jelasnya.
Namun, secara umum , ia menilai sosok Buwas, dengan latar belakang penegak hukum, merupakan sosok yang pas untuk memimpin Bulog.
“Soal teknis beliau memang harus belajar, tetapi itu bukan hal yang sulit jika ada kemauan. Kita harus beri waktu dan kesempatan agar beliau bisa membuktikan,” paparnya.
Khudori juga menganggap Djarot Kusumayakti, selaku pemegang puncak pimpinan sebelumnya, memiliki kinerja yang baik selama ini. Di tengah berbagai kesulitan, Djarot mampu menunjukkan kinerja positif, salah satunya terlihat dari keuntungan yang diraih perseroan yang terus menanjak setiap tahunnya.
"Kalau soal pelaksanaan PSO (public service obligation) terutama penyerapan gabah yang tidak mencapai target, itu sepertinya hal biasa. Itu bukan hal baru karena pemimpin sebelumnya juga begitu,” sambungnya. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved