Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PERKEMBANGAN ekonomi digital terbilang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Hanya saja, dampak produktivitas ekonomi digital terhadap aspek ekonomi dan sosial belum sepenuhnya muncul ke permukaan.
"Dalam dua atau tiga tahun terakhir, perkembangan ekonomi digital sudah mengubah hidup kita. Namun kita tidak punya data detail terkait dampaik ekonomi digital terhadap ekonomi maupun sosial. Sejauh ini bahkan kita tidak tahu arahnya ke mana walaupun inovasi ini arahnya positif," ujar anggota pengurus Center for Strategic and International (CSIS) Mari Elka Pangestu di Jakarta, Rabu (25/4).
Mantan Menteri Perdagangan itu berpendapat diperlukan adanya koordinasi antar pemangku kepentingan (stakeholder) untuk mengintegrasikan data perkembangan ekonomi digital dari berbagai aspek.
Menurutnya, ranah ekonomi digital merupakan lintas sektoral yang tidak hanya menjadi tanggung jawab Kementerian atau Lembaga (K/L) tertentu. Sinergitas dikatakannya penting agar regulasi yang disusun nantinya dapat mengakomodir perkembangan ekonomi digital.
Sumbangsih ekonomi digital, sambung dia, dapat mendorong pemerataan di Tanah Air. Dalam hal ini pemerintah setidaknya harus memperhatikan wilayah yang belum memiliki akses optimal terhadap teknologi digital. Berikut, bagaimana mendorong masyarakat yang sudah terakses dapat memanfaatkan teknologi dengan maksimal.
"Kita harus berikan atensi lebih terhadap ekonomi digital untuk melihat arah dampaknya bagaimana. Kadang kita lihat banyak pemerintahan yang reaktif dengan isu baru. Ini harus buat kebijakan yang tepat, tentunya diiringi dengan infrastruktur dasar yang memadai. Seperti akses kelistrikan dan jaringan telekomunikasi," tutur Mari.
Laporan riset CSIS dan Asia Internet Coalition bertajuk Rich-Interactive-Applications in Indonesia: Value to the Society of an Enabling Regulatory Framework, menggarisbawahi sejumlah rekomendasi agar Indonesia mampu memanfaatkan ekonomi digital. Pasalnya, masih terdapat tantangan mengenai cakupan jaringan, literasi digital dan regulasi.
Kepala Departemen Ekonomi CSIS Yose Rizal Damuri mengungkapkan cakupan jaringan berdampak besar terhadap ekonomi digital. Dari riset diketahui setiap peningkatan 10% cakupan jaringan, mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 0,92%. Dampak terbesar tercermin dari tiga aspek, yakni perdagangan dan UKM, pariwisata dan lapangan pekerjaan.
"Kami menemukan bahwa network coverage sangat berperan dalam ekonomi digital. Saat ini pengaturan jaringan telekomunikasi relatif oligopoli yang mana kurang mendukung perluasan jaringan," papar Yose.
Seperti diketahui, optimasi cakupan jaringan sejauh ini cenderung terkonsentrasi di wilayah Pulau Jawa dan sebagian Sumatra. Adapun jaringan di wilayah lain, seperti Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua, masih terbilang belum merata.
Pun jaringan yang dimaksud mayoritas mencakup jaringan seluler. Sedangkan askes internet kabel relatif terbatas. Rekomendasi yang menjadi atensi ialah memaksimalkan manfaat ekonomi digital melalui literasi digital.
Saat ini, mayoritas pengguna internet memiliki akun media sosial, tapi baru sebagian kecil yang memanfaatkannya untuk bisnis atau kegiatan produktif. Padahal, penetrasi media sebesar 10% akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekitar 0,11 persen. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved