Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Saat Rupiah Lemah, Konten Lokal Selamatkan Astra

Fetry Wuryasti
25/4/2018 20:30
Saat Rupiah Lemah, Konten Lokal Selamatkan Astra
(MI/Susanto)

PT Astra Internasional Tbk (ASII) mengaaku tidak terlalu terpengaruh dengan kenaikan nilai tukar rupiah. Lokal konten yang kini berada di kisaran 80%-95%  menjadi perisai mereka.

Presiden Direktur PT Astra Internasional Prijono Sugiarto mengatakan, belajar dari pengalaman krisis 1998 dan kejadian genting lainnya di Tanah Air, pihaknya lebih mengedepankan konten lokal pada produk otomotif.

"Satu hal di bisnis otomotif tergantung dolar, valuasi, kadang pernah naik ke level 15.000 pernah ke 9.000 kembali ke 13.000, karena diuntungkan quantitatif easing dan rambah Eropa," kata dia seusai RUPST PT Astra Internasional Tbk di Jakarta, Rabu (25/4).

Oleh karena itu, Astra lanjut dia memaksimalkan utilisasi Daihatsu dan Toyota manufakturing guna membuat produk otomotif yang berkonten lokal hampir mayoritas.

Dia yakin, pelemahan rupiah, kinerja keuangan Astra tidak akan jatuh. Penolongnya adalah lokal konten.

"Ada hikmah, sangat belajar dari krisis, kami putuskan lokalisasi produk. Kendaraan niaga (konten lokalnya) 70%-80%, produk lain 90%. Roda dua 95% lokal konten," katanya.

Pelemahan rupiah terhadap dolar AS tentu berdampak terhadap bisnis otomotif ASII. Namun, untuk sementara ini ASII masih memilih untuk mempertahankan harga mobil.

"Kalau pelemahan rupiah pasti ada dampak, kami antisipasi dengan menaikkan konten lokal sejak lama. Kalau pelemahan rupiah terlalu dahsyat, tentu harga mobil kami naikkan. Tapi untuk sekarang kami bertahan dulu," terang Prijono.

Direktur PT Astra Internasional Henry Tanoto mengamini, salah satu strategi ASII menghadapi fluktuasi nilai mata uang rupiah adalah dengan lokalisasi produk. Dirinya mengatakan, hal ini disebabkan bisnis otomotif sangat bergantung pada naik turunnya nilai dollar.

"Ada hikmahnya kami belajar banyak dari krisis moneter di 1998 sampai pertengahan 2000. Sehingga kami memutuskan untuk lokalisasi dari produk yang ada," ujarnya.

Lokalisasi merupakan upaya ASII untuk menekan jumlah impor dengan memproduksi komponen-komponen kendaraan bermotor secara lokal. Sejauh ini, 90% produk mobil Toyota yang dirakit oleh ASII menggunakan komponen lokal. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya