Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

50 Proyek Hulu Migas Ditargetkan Beroperasi dalam 10 tahun

Cahya Mulyana
25/4/2018 19:40
50 Proyek Hulu Migas Ditargetkan Beroperasi dalam 10 tahun
(ANTARA)

SEBANYAK lima puluh proyek hulu minyak dan gas bumi (migas) ditargetkan akan mulai berproduksi (onstream) dalam 10 tahun ke depan (2018-2027).

Proyek-proyek itu memiliki total kapasitas produksi sebesar 84.700 barel per hari (bpd) untuk minyak bumi dan 6.100 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd) untuk gas bumi.

"Dukungan semua pemangku kepentingan diperlukan supaya proyek-proyek tersebut dapat berproduksi tepat waktu dan berkontribusi bagi produksi migas nasional," ujar Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi dalam Forum Fasilitas Produksi Migas 2018 (FFPM 2018) di Yogyakarta, Rabu (25/4).

Menurut dia, proyek-proyek hulu migas tersebut terdiri dari 20 proyek berlokasi di darat (onshore) dan 30 proyek di lepas pantai (offshore). Total investasi dari proyek-proyek tersebut diproyeksikan akan melebihi US$11,93 miliar atau sekitar Rp160 triliun.

Nilai tersebut belum termasuk investasi dari proyek gas laut dalam Lapangan Abadi Blok Masela serta Lapangan Gehem dan Gendalo (proyek Indonesia Deepwater Development) yang sedang dalam proses penyelesaian rencana pengembangan lapangan atau plan of development (POD).

"Investasi tersebut tidak hanya akan berputar di sektor hulu migas, tetapi juga akan menciptakan multiplier effect yang dapat menggerakkan perekonomian nasional," pungkas Amien di hadapan sekitar 450 peserta FFPM 2018.

Para peserta FFPM 2018 itu terdiri dari praktisi industri hulu migas terutama profesional yang berkecimpung di bidang perancangan, manajemen proyek dan pemeliharaan fasilitas produksi migas. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya