Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi mendorong pelaku industri hulu migas untuk memenuhi kebutuhan petrokimia dalam negeri.
Pasalnya, 90% bahan dasar plastik yang lekat dengan kehidupan masyarakat ini dapat dipenuhi industri hulu migas dalam negeri yang juga dapat menumbuhkan kemandirian, menjaga devisa serta membuka lapangan kerja.
"Kalau bapak-bapak dan ibu-ibu melihat botol air mineral berbahan plastik, itu berasal dari petrokimia. Kemudian petrokimia berasal dari migas. Itu artinya, jaringan ?dari hulu migas sampai kehidupan sehari hari sangat erat yang tentunya itu disokong fasilitas produksi. Kalau itu efisien, biaya hidup akan lebih efisien," terang Amin dalam acara Forum Fasilitas Produksi Migas 2018 (FFPM 2018), di Yogyakarta. Rabu (25/4)
Menurut dia, industri hulu migas hanya mampu memenuhi 10% kebutuhan petrokimia dalam negeri yakni PT Candra Asri Petrochemical. Sisanya, 90% berasal dari luar negeri atau impor sehingga menjadi pekerjaan rumah para pelaku industri hulu migas.
"Kilang yang memproduksi petrokimia, so far, the only one hanya PT Candra Asri Petrochemical. Karena hanya Candra Asri, itu artinya ketahanan negara terkait petrokimia ini sangat lemah. Maka para pelaku industri hulu perlu bersama-sama bertanggung jawab untuk membangun faslitas industri mulai hulu sampai hilir," paparnya.
Impor petrokimia, kata dia, merupakan cara Indonesia memenuhi 90% kebutuhan. Itu artinya, pelaku fasilitas produksi migas kurang memahami betapa tinggi negara ini bergantung pada impor petrokimia. Padahal, petrokimia sangat erat dengan kehidupan masyarakat.
"Artinya secara ekonomi makro, kondisi ekonomi kita sangat lemah karena bergantung pada impor, cadangan devisa terkuras, kemudian asal petrokimia dari luar negeri sehingga keuntungan dan pajaknya hanya untuk negara asal berikut lowongan kerja juga," tegasnya.
Maka persoalan ini menjadi tugas bersama supaya petrokimia dapat diprodulsi di dalam negeri. "Saya ingin melihat lagi 10 tahun lagi bisa memenuhi kebutuhan petrokimia 90% dari dalam negeri. Kemudian sinergi hulu migas dengan industri petrokimia harus melalui komunikasi serta kerja sama. Artinya para pengusaha hilir jangan ragu untuk bekerja sama, bersinergi, dan berkomunikasi dengan industri hulu," tutupnya. (A-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved