Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Pengembang Rumah MBR Butuh Insentif Tambahan

Andhika Prasetyo
19/4/2018 18:50
Pengembang Rumah MBR Butuh Insentif Tambahan
(DOK JAMKRINDO )

KETUA Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata mengungkapkan pemerintah perlu memberikan insentif tambahan kepada swasta yang turut serta dalam pelaksanaan pembangunan Program Satu Juta Rumah.

Saat ini, pemerintah telah memberikan insentif salah satunya ialah bantuan Prasarana dan Sarana Umum bagi pengembang yang membangun hunian murah untuk masyarakat berpendapatan rendah (MBR).

Namun, bantuan tersebut, ucap Soelaeman, dirasa masih terlalu minim. Dari sekitar 600 ribu rumah MBR yang terbangun, hanya 40.000 unit yang mendapat bantuan PSU.

Berkaca dari hal tersebut, ia pun meminta pemerintah mengkaji ulang kebijakan itu demi mencapai asas keadilan bagi semua pengembang.

"Seharusnya, semua pengembang yang membangun rumah subsidi mendapatkan bantuan PSU," ujar Soelaeman dalam diskusi menyoal progres Program Sejuta Rumah, di Jakarta, Kamis (19/4).

Kendala lainnya ialah terkait bunga konstruksi tinggi yang didapat pengembang dari bank-bank pemerintah. Bunga tersebut, kata Soelaeman, mencapai 13% per tahun.

Hal tersebut sangat memberatkan mengingat pengembang yang membangun rumah non-MBR dan mengajukan kredit konstruksi di bank swasta, bunganya justru hanya sekitar 9%

"Pengembang MBR yang margin keuntungannya kecil dikenai bunga tinggi. Kami ingin ada keberpihakan. Pengembang MBR bisa dapat bunga yang lebih kecil, sama dengan bank swasta lain yang single digit," ucapnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya