Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
AMBRUKNYA Jembatan Cincin Lama atau yang dikenal juga Jembatan Babat-Widang di Tuban, Jawa Timur, menjadi salah satu catatan kelam dalam dunia transportasi dalam negeri.
Maka dari itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menekankan penyediaan infrastruktur tidak bisa hanya fokus pada aspek pembangunan saja, melainkan juga pemeliharan rutin sehingga infrastruktur yang ada dapat digunakan dengan aman dan nyaman.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU-Pera, Jembatan Cincin Lama merupakan jembatan yang telah dibangun sejak 1975. Walaupun sudah berusia hampir 50 tahun, bukan berarti infrastruktur tersebut rentan mengalami kerusakan. Pasalnya perawatan rutin selalu dilakukan untuk menjaga kondisi tetap prima.
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU-Pera Arie Setiadi Moerwanto mengungkapkan setidaknya terdapat sekitar 40 jembatan di Jawa yang memiliki karakter dan usia yang sama dengan Cincin Lama.
"Jembatan-jembatan itu dibangun pada masa Pelita (Pembangunan Lima Tahun). Rata-rata usianya sekitar 50 tahun. Bahannya diimpor dari Inggris pada 1970-an," ujar Arie kepada Media Indonesia, Rabu (18/4).
Pada masa tersebut teknologi pembangunan jembatan yang tengah dikembangkan ialah rangka baja Callender Hamilton, termasuk yang juga diterapkan pada Cincin Lama.
Seluruh jembatan itu, lanjut Arie, selalu mendapatkan pemeliharaan rutin secara menyeluruh. Tidak hanya bagian atas atau bentangnya saja, tetapi juga pada fondasi dan pilarnya, terutama untuk jembatan jembatan yang dibangun di atas air.
Ditjen Bina Marga pun pada tahun ini mengalokasikan dana khusus untuk pemeliharaan jembatan sebesar 15% dari total keseluruhan anggaran yang mencapai Rp41,6 triliun.
Adapun, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PU-Pera mengungkapkan merosotnya badan jembatan merupakan hal yang lumrah. Kondisi tersebut terjadi karena timbulnya getaran dari kendaraan yang melintas sehingga baut-baut yang dipasang di sepanjang jembatan mengalami pergerakan atau pengenduran.
"Kalau jembatan yang turun itu biasa asal rutin dikencangkan, dinaikkan lagi, tidak masalah. Memang begitu," terangnya. (A-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved