Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Pertumbuhan Perbankan Syariah masih Kinclong

Tesa Oktiana Surbakti
11/4/2018 21:15
Pertumbuhan Perbankan Syariah masih Kinclong
(MI/Ramdani)

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) menyebut industri perbankan syariah mengalami pertumbuhan prospektif. Itu tecermin dari perkembangan aset syariah hingga akhir Februari 2018 sebesar Rp429,36 triliun atau tumbuh 20,65% dibandingkan periode sama tahun lalu.

"Pembiayaan tumbuh 14,76% menjadi Rp289,99 triliun, sedangkan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 16,10% menjadi Rp339,05 triliun," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (11/4).

Lebih lanjut dia mengungkapkan sepanjang periode Januari-Februari 2018, terjadi penambahan 560 ribu rekening di perbankan syariah. Hal itu disebabkan meningkatnya jumlah kantor bank umum syariah maupun unit usaha syariah.

Pertumbuhan sektor perbankan syariah juga didukung permodalan syariah yang tergolong baik. Terlihat dari rasio kecukupan modal (CAR) umum syariah per Februari 2018 sebesar 18,62%, berikut rasio pembiayaan bermasalah (NPF) sebesar 4,31% atau masih terjaga di bawah ambang toleransi (threshold) sebesar 5%.

"Ke depan kami memiliki beberapa program strategis untuk industri perbankan syariah. Mulai dari penguatan kelembagaan industri perbankan, penguatan, permodalan dan penanganan aset bermasalah," imbuh Wimboh.

Dalam penguatan kelembagaan industri perbankan, Wimboh menekankan perlunya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan teknologi informasi (IT). Aksi merger maupun akuisisi juga menjadi atensi.

Selain itu untuk meningkatkan kontribusi perbankan syariah, OJK memandang perlunya sinergi keuangan syariah dengan lembaga ekonomi syariah dan organisasi keagamaan lainnya. Berikut kolaborasi dengan teknologi finansial (tekfin) syariah dan mengembangkan modal pembiayaan syarih sistem klaster.

"OJK juga memasukkan upaya peningkatkan literasi dan edukasi perbankan syariah. Pengembangan berbagai model edukasi perbankan syariah high impact, tepat sasaran, dan terukur. Juga masih perlu menyempurnakan marketing keuangan syariah. Berikutnya mengembangkan variasi produk atau layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat," tukasnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya