Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

BI Optimistis Konsumsi Tumbuh di Atas 5%

Tesa Oktiana Surbakti
05/4/2018 20:45
BI Optimistis Konsumsi Tumbuh di Atas 5%
(ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

BANK Indonesia memandang pertumbuhan konsumsi rumah tangga sepanjang 2018 akan lebih baik dibandingkan 2017 sebesar 4,95%. Tahun ini, bank sentral memprediksi pertumbuhan konsumsi rumah tangga bisa mencapai 5,1%.

"Kalau kuartal I 2017, konsumsi mungkin akan sama dengan rata-rata 4,95%. Tapi, bisa saja lebih tinggi karena bantuan sosial (bansos) sudah mulai tersalurkan," kata Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi Moneter BI Dody Budi Waluyo saat ditemui di Kompleks BI, Kamis (5/4).

Sejumlah program bansos yang ditujukan untuk menekan kemiskinan dan kesenjangan, meliputi program perlindungan sosial (PKH), bantuan pangan non tunai (BPNT), hingga program Indonesia pintar.

Lebih lanjut Dody menggarisbawahi aspek lain yang berkontribusi mendorong pertumbuhan konsumsi tahun 2018 ialah penyelenggaraan Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) dan perhelatan Asian Games. Juga pertemuan tahuan IMF dan World Bank (IMF-WB Annual Meetings 2018) di Bali yang menyedot lebih dari 15 ribu peserta dari 189 negara.

"Untuk keseluruhan 2018, konsumsi bisa sekitar 5,1%. Konsumsi RT naik karena ada event Pilkada, Asian Games, lalu Annual Meetings. Jadi itu tambahan yang juga mendorong angka proyeksi kita. Ditambah bansos sudah mulai disalurkan sejak awal tahun," jelas Dody.

Sementara itu, berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia per Maret 2018 menunjukkan optimisme konsumen masih terjaga. Namun, tidak sekuat hasil survei bulan sebelumnya. Hal itu tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Maret 2018 yang berada di atas 100, yakni sebesar 121,6. Kendati demikian, capaian itu lebih rendah dari IKK bulan sebelumnya sebesar 122,5.

Terjaganya optimisme konsumen terutama ditopang oleh ekspektasi peningkatan kegiatan usaha dalam 6 bulan mendatang. Akan tetapi, persepsi terhadap menurunnya ketersediaan lapangan kerja saat ini menyebabkan IKK Maret 2018 menjadi lebih rendah ketimbang bulan sebelumnya.

Hasil survei juga mengindikasikan bahwa tekanan kenaikan harga diperkirakan meningkat dalam 3 bulan mendatang (Juni 2018). Perkiraan konsumen terhadap perkembangan harga, terutama dipengaruhi meningkatnya permintaan barang dan jasa pada masa Ramadhan dan Idul Fitri.

Namun, tekanan harga dalam 6 bulan mendatang diperkirakan menurun. Hal itu didukung oleh persepsi konsumen terhadap meningkatnya pasokan barang. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya