Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Skema Ganjil Genap Diterapkan, Angkutan Umum tidak Jadi Pilihan

Andhika Prasetyo
05/4/2018 20:45
Skema Ganjil Genap Diterapkan, Angkutan Umum tidak Jadi Pilihan
(ANTARA FOTO/Risky Andrianto)

PEMERINTAH akan melakukan uji coba rekayasa lalu lintas ganjil genap untuk kendaraan pribadi di pintu tol Cibubur 2 ruas Tol Jagorawi, serta pintu tol Kunciran 2 dan Tangerang 2 ruas Tol Jakarta-Tangerang pada 16 April. Selanjutnya kebijakan itu secara resmi bakal diberlakukan mulai 1 Mei mendatang.

Untuk mengetahui tanggapan masyarakat terkait kebijakan tersebut, BPTJ telah melakukan survei terhadap 1.109 responden. Seluruh responden itu dihadapkan pada sebuah pertanyaan sederhana yakni apa yang akan mereka lakukan ketika skema ganjil genap diterapkan.

Hasilnya, sebanyak 44,18% peserta survey memilih untuk berangkat lebih pagi sebelum jam ganjil genap berlaku yakni pukul 06.00-09-00 WIB.

"Jadi mereka memilih untuk berangkat sebelum jam 6. mungkin jam 5 sudah berangkat," ujar Direktur Lalu Lintas dan Angkutan BPTJ Karlo Manik di Jakarta, Kamis (5/4).

Sebanyak 55,55% responden memilih untuk masuk ruas tol melalui pintu lain ataunpun mencari jalan alternatif di luar tol. Hanya menyisakan 0,27% yang bersedia beralih menggunakan angkutan umum.

Pada evaluasi kebijakan ganjil genap yang telah lebih dulu diberlakukan di ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek), masyarakat yang akhirnya berpindah ke angkutan bus Transjabodetabek Premium dalam tiga pekan terakhir jumlahnya memang tidak terlalu signifikan yakni hanya sekitar 20%. Sisanya memilih untuk beralih rute atau menggunakan KRL sebagai alternatif.

Melihat kondisi tersebut, pihak BPTJ mengimbau kepada operator bus untuk dapat melakukan pemasaran dengan lebih intens dan efektif.

"Ini sebenarnya hanya persoalan marketing saja. PO (Perusahaan Otobus) harus punya strategi yang lebih jitu dalam menarik hati masyarakat. Mereka ini lawannya kendaraan pribadi, tidak bisa hanya diam saja lalu masyarakat datang naik, harus ada usaha, harus dikeluarkan jiwa kewirausahaannya," tandasnya. (A-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Agus Triwibowo
Berita Lainnya