Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Gubernur BI Terpilih tak Ragu Andalkan Cadev untuk Jaga Rupiah

Fetry Wuryasti
28/3/2018 20:15
Gubernur BI Terpilih tak Ragu Andalkan Cadev untuk Jaga Rupiah
(ANTARA)

CALON Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan penggunaan cadangan devisa (cadev) untuk menjaga nilai tukar rupiah masih akan dilakukan saat ia sudah resmi menjabat sebagai Gubernur BI. Menurutnya, hal itu tidak menjadi masalah karena cadev Indonesia masih dalam kondisi aman.

"Nilai tukar Rupiah memang ditentukan oleh mekanisme pasar, tapi bukan berarti mekanisme pasar selalu bergerak rasional," ujar Perry, di Jakarta, Rabu (28/3).

Menurutnya, bila rupiah sedang tertekan, BI perlu intervensi untuk menstabilkan. Hal itu juga yang sebenarnya selama ini dilakukan oleh bank sentral.

Itu menjadi alasan cadev Indonesia pada Februari 2018 turun US$3,92 miliar menjadi US$128,06 miliar. Salah satu penyebab penurunan tersebut karena BI menggunakannya untuk menstabilkan posisi rupiah, yang hampir menyentuh 13.800.

"Jadi tidak semuanya selalu mengacu pada mekanisme pasar, untuk kondisi normal tidak apa-apa. Tapi BI tidak boleh ragu untuk intervensi ketika tertekan," papar Perry.

Tak cuma melalui cadev, hal lainnya yang bisa dilakukan untuk menguatkan rupiah, yaitu bekerja sama dengan pemerintah untuk mengendalikan jumlah ekspor dan impor.

Salah satunya, BI mengusulkan pemerintah untuk mengembangkan transportasi logistik di dalam negeri untuk meringankan biaya pengiriman barang. Namun ini memang masih dalam upaya jangka panjang.

"Ongkos angkut ekspor dan impor defisit US$12 miliar,"

Dengan kata lain, biaya angkut ekspor dan impor ke depannya bisa lebih murah jika menggunakan transportasi logistik dalam negeri, sehingga tidak memakan banyak mata uang dolar AS. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya