Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Komisi XI DPR RI Melchias Markus Mekeng mengatakan Komisi XI telah menetapkan melalui musyawarah mufakat, Gubernur Bank Indonesia dijabat oleh Perry Warjiyo dan Deputi Gubernur Bank Indonesia diisi oleh Dody Budi Waluyo.
Penetapan ini telah disetujui 36 dari 54 anggota Komisi XI. Mekeng beralasan, keduanya memiliki rekam jejak yang mumpuni di bidang moneter.
"Mengingat Dody dahulu berada di bawah Perry, ini akan menjadi teamwork yang baik," ujar Mekeng di gedung Parlemen, Jakarta , Rabu (28/3).
Kemudian sore ini hasil pengumuman, akan diserahkan ke ketua DPR, untuk kemudian, dikirim ke badan musyawarah (Bamus). Bamus yang kemudian akan menentukan kapan diserahkan ke Paripurna. Namun Komisi XI berharap hasil dapat dibawa ke Paripurna pada Selasa (3/4) mendatang.
Harapan dari anggota DPR, agar Gubernur dan Deputi Gubernur Bank Indonesia menjalan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi.
DPR juga meminta Gubernur dan Deputi Gubernur Bank Indonesia membuat terobosan yang bisa memperkuat nilai tukar. Sebab selama ini rupiah mudah terguncang tiap ada sedikit masalah di luar negeri.
Padahal pemerintah selalu mengatakan ekonomi Indonesia sedang sehat dan baik. "Ini kontradiksi. Semestinya kalau ekonomi baik, demikian kursnya. Ini cerminan dari ekonomi," jelas Melchias Markus Mekeng.
Likuiditas dolar AS yang Indonesia miliki, kata Mekeng, memang sangat kurang. DPR meminta Bank Indonesia untuk membuat kebijakan agar orang yang meminjam uang di Indonesia baik dlaam bentuk Dolar AS maupun rupiah, lalu memproduksi barang untuk diekspor. Hasil ekspor berupa dolar AS masuk kembali dan harus ditukarkan ke dalam mata uang lokal. "Sehingga Dollar AS kita tidak krisis likuiditas."
Dalam menghadapi pesta politik pemilu 2019? DPR berharap agar Bank Indonesia memastikan supply uang tidak kurang . Sebab dipastikan akan menguras uang, serta menjaga stabilitas makro, inflasi, dan nilai tukar.
"Jangan hanya menggunakan cara konvensional intervensi, harus ada terobosan yang membuat likuitidas Dollar AS semakin kuat," tukas Mekeng. (A-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved