Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Gejolak Rupiah, Atur Aliran Dana Asing

Erandhi Hutomo Saputra
23/3/2018 20:45
Gejolak Rupiah, Atur Aliran Dana Asing
(ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

EKONOM Core Indonesia Hendri Saparini berpendapat harus ada upaya agar pengaruh suku bunga The Fed tidak terlalu besar terhadap rupiah. Hal itu dibutuhkan setelah The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,75%.

Menurut Hendri Saparini di Jakarta, Jumat (23/3), hal itu bisa dikendalikan dengan membuat kebijakan untuk menahan dana asing yang masuk ke Indonesia setidaknya hingga satu tahun. Upaya itu untuk mencegah investor asing seenaknya memasukkan dan mengeluarkan uangnya dari Indonesia.

"Kita untuk dana dari luar betul-betul floating market, terserah (investor), sementara negara-negara lain itu diatur. Kita tidak bisa hanya bicara kalau The Fed naik gimana? Ini bukti kalau kita fragile," kata Hendri.

Menurutnya, Indonesia bisa mencontoh kebijakan negara seperti Thailand, Tiongkok, dan India yang menerapkan aturan untuk mengendapkan dana asing yang masuk. Artinya, Hendri menilai pemerintah dan BI perlu melakukan revisi UU No 24/1999 tentang Lalu Lintas Devisa dan Sistem Nilai Tukar dengan memasukkan syarat berapa lama dana asing yang masuk harus mengendap.

"Jadi dana yang masuk harus mengendap, tidak bisa besoknya langsung pergi. Kalau tidak pasti pertanyaannya akan tetap sama, kalau The Fed naik pasti kita akan volatile dan melemah," pungkasnya. (A-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Agus Triwibowo
Berita Lainnya