Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Dunia Usaha Berharap Gejolak Rupiah Segera Berakhir

Erandhi Hutomo Saputra
23/3/2018 20:35
Dunia Usaha Berharap Gejolak Rupiah Segera Berakhir
(ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

KEBIJAKAN Bank Indonesia yang menahan suku bunga di angka 4,25% meski The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,75% dapat dipahami dunia usaha. 

Wakil Ketua Umum Kadin Shinta W. Kamdani berpendapat langkah BI tersebut untuk menjaga stabilitas rupiah yang saat ini berada di kisaran Rp13.700. Akan tetapi volatilitas atau gejolak rupiah yang masih tinggi terhadap dolar AS membuat dunia usaha merasa cemas.

"Karena buat pengusaha berat kalau volatilitasnya seperti ini karena dengan pelemahan rupiah kalau jangka pendek masih ok, tapi kalau terus menerus akan berpengaruh sekali," ujar Shinta kepada Media Indonesia di Jakarta, Jumat (23/3).

Diketahui hingga hari ini rupiah masih bergejolak terhadap dollar AS paska pengumuman suku bunga The Fed dan BI. Jika pada perdagangan Kamis (22/3) rupiah menguat 22 poin menjadi 13.737 per dolar AS, namun pada hari ini rupiah kembali melemah 27 poin menjadi 13.781 per dolar AS. 

Gejolak rupiah tersebut, kata Shinta, harus mampu diprediksi oleh pemerintah dan BI ke depannya sehingga rupiah bisa kembali normal. Terlebih The Fed masih akan menaikkan suku bunga setidaknya hingga 2 kali lagi.

"Saat ini yang menjadi main objective-nya bagaimana kita bisa mengembalikan posisi rupiah kita, karena volatilitasnya sekarang telalu besar, pemerintah harus melihat ke depannya bakal seperti apa prediksinya," tukasnya.

BI, kata Shinta, juga harus siap ketika gejolak rupiah meningkat dengan melakukan operasi pasar sekalipun hal itu membuat cadangan devisa tergerus. (A-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Agus Triwibowo
Berita Lainnya