Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Pengamat: Tarif Tol Angkutan Logistik Baiknya Digratiskan

Andhika Prasetyo
23/3/2018 18:00
Pengamat: Tarif Tol Angkutan Logistik Baiknya Digratiskan
(ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

PENGAMAT transportasi Djoko Setijowarno menilai upaya pemerintah yang hendak menurunkan tarif tol untuk menekan biaya logistik dengan menyederhanakan golongan dan memperpanjang konsesi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) bukanlah langkah tepat.

Djoko mengatakan seharusnya pembangunan infrastruktur yang digencarkan pemerintah saat ini seutuhnya diprioritaskan untuk keperluan logistik. Artinya, BUJT, selaku operator jalan tol, tidak boleh mengenakan tarif terhadap truk-truk pengangkut logistik.

"(Herman Willem) Deandless dulu membangun jalan sepanjang Pulau Jawa bukan untuk angkutan orang, tetapi untuk logistik. Hanya dalam perkembangannya fungsinya berubah," ujar Djoko kepada Media Indonesia, Jumat (23/3).

Maka dari itu, ia menilai sudah semestinya pemerintah meniadakan pengenaan tarif terhadap kendaraan pengangkut logistik. Namun, tetap harus diatur.

"Harus diatur. Jangan bermuatan lebih dan melebihi kecepatan yang ditentukan. Jadi yang dikenakan tarif cukup angkutan orang saja," terangnya.

Dengan menerapkan aturan muatan dan kecepatan tertentu, walaupun digratiskan, ia menyebutkan BUJT tidak akan mengalami kerugian.

"Karena sekarang, dikenai tarif tapi setiap hari dilewati beban yang berlebih, biaya yang harus dikeluarkan untuk pemeliharaan juga akan besar. Jadi sama saja," tukasnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya