Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Pemerintah Berikan Penugasan 6 Trayek TOL Laut kepada PT Pelni

MI
27/2/2018 08:04
Pemerintah Berikan Penugasan 6 Trayek TOL Laut kepada PT Pelni
(Ist)

PT Pelayaran Nasional Indonesia (persero) atau PT Pelni kembali mendapatkan penugasan dari pemerintah untuk enam trayek tol laut dan satu trayek angkutan ternak. Penugasan tersebut tertuang dalam Surat Kementerian Perhubungan Ditjen Perhubungan Laut Nomor AL.307/1/I/DTPL-18 tanggal 19 Februari 2018 tentang Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik Angkutan Barang Tahun Anggaran 2018.

Corporate Secretary PT Pelni (persero) Ridwan Mandaliko mengatakan penugasan tersebut bersasaran terjangkaunya pendistribusian logistik ke daerah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan (3TP), ketersediaan barang, dan mengurangi disparitas harga guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pengguna jasa subsidi tol laut, lanjut Ridwan, didominasi BUMN yang diberi tugas dan tanggung jawab oleh Menteri Perhubungan untuk membeli dan mendistribusikan barang kebutuhan pokok.

BUMN tersebut antara lain PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (persero), Perum Bulog, PT Rajawali Nusantara Indonesia (persero), PT Semen Indonesia (persero), PT Pos Logistik Indonesia, PT Pertamina (persero), PT Pelindo 1 (PT Prima Indonesia Logistik), PT Pelindo II (PT Multi Terminal Indonesia), PT Pelindo III (PT Berkah Multi Cargo), PT Pelindo IV (PT Nusantara Terminal Services), PT Pelni (PT Sarana Bandar Nasional), PT ASDP Indonesia Ferry (persero), dan Perum DAMRI.

"Barang prioritas pertama yang dimuat adalah beras, gula, minyak goreng, tepung terigu, dan semen. Barang prioritas kedua yang dimuat adalah bahan kebutuhan pokok, seperti kedelai dan bahan baku tempe, cabai, bawang merah, daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, ikan segar, yaitu bandeng, ikan kembung dan tuna, tongkol, cakalang, sedangkan barang prioritas ketiga yang dimuat adalah benih padi, jagung, pupuk, elpiji ukuran 3 kg, tripleks, besi baja konstruksi, dan baja ringan," terang Ridwan.

Ia menambahkan, bila ada penyalahgunaan jenis barang yang dimuat, penggunaan ruang muat bersubsidi oleh pihak selain BUMN harus mendapatkan rekomendasi dari Direktorat Sarana Distribusi dan Logistik, Ditjen Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, dan Dinas Perdagangan Daerah 3TP tujuan barang.

PT Pelni (persero) segera melaksanakan notice of readiness (NOR) pada Trayek T-2 melayani Tanjung Priok-Tanjung Batu-Belinyu-Tarempa-Natuna-Midai-Serasan-Tanjung Priok dengan KM Caraka Jaya Niaga III-4. Selain itu, Trayek T-4 melayani Tanjung Perak-Makasar-Tahuna PP dengan KM Logistik Nusantara 1 dan Trayek Feeder melayani Tahuna-Kahaktuang-Burias-Tagulandang-Blaro-Lirung-Melongoane-Miangas-Marore dengan KM Kandhaga Nusantara 1.

Kemudian Trayek T-6 melayani Tanjung Perak-Tidore-Morotai-PP dengan KM Caraka Jaya Niaga III-2, Trayek T-13 melayani Kalabahi-Moa-Rote (Baa)-Sabu (Bu) PP dengan KM Logistik Nusantara 3. Selain itu, Trayek T-14 melayani Tanjung Perak-Lewoleba-Adonara/Tenong-Larantuka PP dengan KM Logistik Nusantara 4 dan Trayek T-15 melayani Tanjung Perak-Kisar-Namrole-PP dengan KM Logistik Nusantara 2. Penugasan itu sesuai dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor AL.108/5/17/DJPL-17 tanggal 20 Desember 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Barang di Laut Tahun Anggaran 2018.

PT Pelni (persero) juga mendapat penugasan untuk pelaksanaan kegiatan pengoperasian kapal angkutan ternak TA 2018, melalui surat Dirjen Perhubungan Laut Nomor Al.307/1/2/DJPL.2018, tanggal 19 Februari 2018. Untuk saat ini trayek kapal ternak yang dioperasikan sebanyak satu kapal melayani rute dari Nusa Tenggara Timur (NTT) ke DKI Jakarta. Dalam satu bulan kapal beroperasi dua kali dengan kapasitas angkut sebanyak 500 ekor sapi. (S1-25)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya