Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Ternyata tidak Semua Proyek Layang Dihentikan Sementara

Andhika Prasetyo
22/2/2018 18:09
Ternyata tidak Semua Proyek Layang Dihentikan Sementara
(MI/RAMDANI)

DIREKTUR Jenderal Bina Konstruksi Syarif Burhanuddin mengungkapkan tidak semua proyek infrastruktur layang (elevated) diberhentikan sementara pascatragedi jatuhnya bekisting pierhead pada pembangunan ruas Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu).

Ia menjelaskan terdapat empat kriteria proyek elevated yang harus menjalani hiatus yakni yang memiliki massa tonase besar, balok ramping, peranca yang melekat pada balok dan tiang, serta layang yang tidak mempunyai penopang.

"Kalau kita lihat yang jatuh kemarin, itu dikategorikan sebagai tonase dan rasio kapasitas angkat yang besar. Itu (termasuk) yang dihentikan sementara,” ujar Syarif di Jakarta, Kamis (22/2).

Terkait lama periode penundaan, Syarif memperkirakan tidak akan lama. Pasalnya, sejak kemarin telah ada beberapa kontraktor yang mendatangi Komisi Keselamatan Konstruksi untuk memberikan laporan terkait proyek yang tengah mereka kerjakan.

Syarif mengakui selama ini para kontraktor seringkali hanya fokus pada pembangunan proyek secara fisik dan mengesampingkan para tenaga ahli yang terlibat langsung di lapangan. Padahal, sambungnya, itu merupakan faktor kunci untuk menyelesaikan proyek dengan kualitas baik dan tepat waktu.

"Ke depannya semua akan dicek. Termasuk SOP. Apakah yang mereka buat itu benar-benar dijalankan selama pembangunan berlangsung.

Terkait kasus kecelakaan terakhir yang terjadi di Becakayu, ia menduga tujuh pekerja yang menjadi korban tidak memiliki keahlian mumpuni dalam hal konstruksi. Namun dugaan itu baru sebatas asumsi. "Ini asumsi saja. Tunggu hasil evaluasi, nanti akan disampaikan secara resmi. Bisa jadi tidak begitu," ucapnya.

Menanggapi asumsi tersebut, Direktur Operasi II PT Waskita Karya Nyoman Wirya Adnyana mengatakan pihaknya tidak pernah hanya menempatkan pekerja junior di dalam satu jam kerja. Komposisi pekerja senior dan junior, sambungnya, berimbang dalam setiap shift.

Ia pun mengatakan pihaknya selalu melakukan pengawasan terhadap pekerjaan yang sedang dilakukan termasuk pada shift malam.

"Kami pada saat malam pun ikut memonitor. Itulah sebabnya saat bekisting merosot kami langsung tahu dan sudah mendiskusikan langkah-langkah selanjutnya," tutupnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya