Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali Indonesia) bersama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk meluncurkan Generali Protection (G-PRO), produk asuransi bagi nasabah KPR untuk mendapatkan perlindungan tambahan saat mengalami risiko hidup seperti tutup usia dan penyakit kritis.
G-PRO mampu mengamankan masa depan keluarga nasabah melalui manfaat asuransi sebesar 12x angsuran bulan berjalan jika nasabah meninggal dunia. Tidak hanya itu, manfaat asuransi sebesar 6x angsuran bulan berjalan diberikan jika nasabah terdiagnosa penyakit kritis seperti kanker, stroke, serangan jantung, koma dan gagal ginjal.
Dengan premi ringan hanya sebesar 1,5% dari cicilan bulan berjalan, manfaat asuransi ini akan diberikan secara sekaligus atau lump-sum payment.
"G-PRO merupakan produk asuransi jiwa pertama di Indonesia yang melekat dengan komponen aset, dalam hal ini kepemilikan rumah. Ini inovasi Generali yang memberikan ketenangan pikiran untuk para nasabah dan keluarga berupa additional protection dengan premi yang sangat terjangkau," ujar Vivin Arbianti, Chief Marketing and Product Management Generali Indonesia, melalui rilis, Rabu (21/2).
Kehadiran G-PRO di tengah perkembangan industri perumahan dan KPR yang cukup pesat saat ini, akan semakin mendorong penggunaan asuransi di masyarakat sebagai bentuk dukungan program pemerintah dalam peningkatan literasi dan inklusi keuangan.
"Proteksi dari nasabah KPR sangat penting karena menjamin perlindungan dari risiko hidup. Oleh karena itu BTN menawarkan bancassurance dengan beragam pilihan produk termasuk G-PRO dari Asuransi Jiwa Generali," kata Direktur BTN Dasuki Amsir.
G-PRO merupakan produk ketiga hasil kerja sama Generali dan Bank BTN setelah produk G-PLAN dan G-OPTIMA yang diluncurkan pada 2014 dan 2017.
Secara total Bank BTN menawarkan 15 produk bancassurance untuk seluruh nasabah Bank BTN. Dengan variasi produk ini, Bank BTN berharap kontribusi bancassurance ke fee based income atau pendapatan non bunga terus terdongkrak. Tahun ini ditargetkan naik 26,7% dibandingkan tahun 2017 lalu mencapai Rp 52,081 miliar. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved