Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBANGUNAN proyek kereta api (KA) cepat rute Jakarta-Bandung diperkirakan molor dari target lantaran terhambat pembebasan lahan. Perkembangan pembebasan lahan diketahui baru mencapai 55 kilometer (km) dari total jalur sepanjang 142 km.
"Kalau molor pasti molor, karen pembebasan lahannya juga lambat ya. Sekarang terus terang masih ada beberapa lahan yang kita harus dapatkan persetujuan dari Kementerian Keuangan," ujar Menteri BUMN Rini Soemarno seusai bertemu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta, Senin (19/2).
Lebih lanjut dia menuturkan proses pembebasan lahan sudah menyasar wilayah Halim. "Pembebasan lahan sudah lebih dari 55 km. Sekarang sudah diserahkan ke kontraktor kita dan kontraktor China. Itu sudah jalan dan tinggal finalisasi," imbuh Rini.
Pengerjaan proyek KA cepat setidaknya memakan waktu 32 bulan. Sebelumnya proyek tersebut ditargetkan beroperasi awal 2019. Proyek KA cepat Jakarta-Bandung digarap PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang merupakan konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia dengan China Railway International Co.
Investasi yang dibutuhkan mencapai US$5,57 miliar. Porsi pembiayaan sebesar 25% yang merupakan modal konsorsium, sedangkan sisanya bersumber dari pinjaman China Development Bank (CDB).
"Tetapi pada dasarnya (proyek KA cepat) ini sudah jalan ya karena kita semua sudah masukin modal ya. Dari pihak sana sudah masukin modal, dari kita sudah," tukas dia.
Berdasarkan perjanjian (agreement), total suntikan pinjaman dari CDB sebesar US$4,9 miliar. Adapun pencarian tahap pertama sekitar US$500 juta. Namun, Rini mengatakan suntikan dana tersebut belum diperlukan karena modal dari konsorsium masih mencukupi.
"Jumlah yang dicarikan pertama itu sekitar US$500 juta atau Rp6 triliunanlah. Tapi sekarang ini belum dibutuhkan karena masih menggunakan modal yang ada," terangnya. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved