Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
INVESTASI asing ke sektor digital Indonesia, khususnya pada platform e-niaga terus meningkat setiap tahunnya. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Trikasih Lembong menyebutkan, tahun lalu investasi ke sektor ekonomi digital Indonesia mencapai 15%-20% dari total Penanaman Modal Asing (PMA) yang masuk.
Meski demikian, belum ada satu pun PMA ke sektor ekonomi digital Indonesia yang berasal dari Australia. Tetangga dekat Indonesia di kawasan Asia Pasifik itu disinyalir punya potensi mendongkrak PMA di sektor ekonomi digital, terutama modal ventura yang disalurkan kepada usaha rintisan.
Menjajaki peluang tersebut, pemerintah Indonesia dan Australia menggelar Indonesia-Australia Digital Forum (IADF), juga sebagai tindak lanjut pertemuan Presiden Joko Widodo dan PM Malcolm Turmbull di Sydney tahun lalu. IADF perdana itu berlangsung di Hotel Fairmont, Jakarta 31 Januari - 1 Februari lalu.
"Jadi kita bukan lagi hanya membicarakan hal yang bersifat keras aja seperti perdagangan daging, pertanian, dan lain sebagainya. Tapi bagaimana teknologi di abad-21 ini bisa jadi bagian kerja sama. Seperti penggunaaan teknologi dalam layanan kesehatan dan sebagainya," kata Lembong, Kamis (1/2).
Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengatakan, setelah IADF akan diadakan pertemuan lanjutan yang melibatkan pelaku ekonomi digital kedua negara. Menurutnya, investor asal Australia bisa dikutsertakan dalam program menciptakan usaha rintisan berskala unicorn baru di Indonesia. Saat ini tercatat ada 4 platform startup asal Indonesia yang menyandang status unicorn.
"Hubungan antara Indonesia dan Australia ini memang unik karena kita belum lihat ada investor di bidang ekonomi digital dari Indonesia. Makanya setelah ini akan ada pertemuan lanjutan karena potensi Australia untuk meningkatkan pendapatan negara cukup besar. Lihat saja dari sektor pariwisata," kata Rudiantara.
Menteri Pembantu PM bidang Transformasi Digital Australa Michael Keenan mengatakan transformasi digital mengubah banyak cara dalam menjalani keseharian, melakukan pekerjaan, dan berbisnis. Ia menegaskan, tantangan yang dihadapi Indonesia dan Australia cenderung sama di era digital ini.
"Kita harus belajar satu sama lain termasuk dari kesuksesan dan kegagalan yang dialami," tandasnya. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved