Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
BERBAGAI perkembangan global yang kurang menguntungkan yang terjadi belakangan ini, di mata sejumlah ekonom perlu diwaspadai dan diantisipasi sedini mungkin dengan berbagai riset proyeksi ekonomi yang akan terjadi 10-20 tahun mendatang.
Dengan dasar itu, wadah riset yang diberi nama Indonesia Bureau of Economic Research (IBER) dibentuk oleh sejumlah kampus, lembaga riset, dan ekonom. Tujuannya sebagai jaringan melakukan berbagai riset dan kajian strategis untuk mendukung kebijakan publik Indonesia ke depan yang penuh tantangan.
IBER yang didukung 13 perguruan tinggi dan institusi terpandang itu merupakan perwakilan jaringan para ekonom untuk membangun platform baru dalam analisis kebijakan publik.
"Saya berharap ini bisa menjadi wadah meningkatkan kapasitas riset ekonomi di Indonesia yang berbasis pengujian konsep dan memberi masukan kepada pengambil kebijakan ekonomi," ujar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia Bambang Brodjonegoro, saat peluncuran di Jakarta, Jumat (26/1).
Tren ke arah automatisasi, menurut Dekan Fakultas Ekonomi FE dan Bisnis Universitas Indonesia Ari Kuncoro, kini tengah melanda dunia sehingga dikawatirkan jumlah pengangguran akan meningkat.
"Sekarang yang bisa dilakukan untuk menebak tren dunia perlu penelitian mendalam bagi agenda yang agak panjang dan meneropong pergeralan tren ekonomi 10-20 tahun ke depan. Itu yang IBER lakukan," tukas Ari Kuncoro.
Meski di Indonesia pekerjaan meneliti tidak mendapat insentif dan pendanaan yang mencukupi, mantan Wakil Presiden Boediono mengatakan wadah ini harus tetap menjaga reputasinya akan komitmen dan independensi.
"Kalau bisa saya menyarankan, satu-satunya dasar yang harus dijaga dalam sebuah riset, yaitu reputasi. Reputasi ini dibentuk dari setidaknya dua faktor yaitu kualitas dari hasil penelitian dan independensi. Selanjutnya bagaimana mengkomunikasikan kegiatan yang dilakukan IBER terhadap kebijakan pemerintah," tukas Boediono yang turut hadir dalam peluncuran lembaga itu. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved