Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Tak Penuhi Standar, Menhub Tutup Dua Sekolah Penerbangan

Antara
24/1/2018 12:15
Tak Penuhi Standar, Menhub Tutup Dua Sekolah Penerbangan
(Dok. MI)

MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi menutup dua sekolah pilot karena dinilai tidak bisa mencetak pilot-pilot berkompeten dan memiliki daya saing.

"Dua sekolah yang sudah kita tutup, satu lagi menyusul bulan depan. Kita sudah peringatkan selama satu tahun," kata Budi pada pembukaan diskusi 'Penyerapan Pilot AB Initio' di Jakarta, Rabu (24/1).

Budi menyebutkan masih ada sekitar 600 tenaga pilot AB Initio yang belum terserap karena sejumlah faktor, salah satunya yaitu tidak bisa bersaing dan mendapatkan pekerjaan sebagai pilot di maskapai.

Pilot AB Initio merupakan pilot yang baru menyelesaikan pendidikan di sekolah pilot dan mendapat lisensi untuk menerbangkan pesawat komersial, tapi belum memiliki pengalaman terbang. Pengalaman terbangnya hanya ketika di sekolah penerbangan.

Karena itu, dia memerintahkan kepada pilot AB Initio untuk meningkatkan kompetensi dan mengoreksi diri karena sudah masuk sekolah penerbangan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

"Untuk masuk maskapai, kompetisi itu ketat, baik keilmuan maupun kepribadian. Jangan hanya ingin pakai kacamata hitam, jaket kulit, tapi harus melakukan self-correction. Tanya pada diri sendiri apakah sudah maksimal," kata dia.

Selain itu, Budi juga meminta kepada 18 sekolah pilot yang ada di Indonesia untuk memenuhi standar kurikulum yang sudah diatur dalam undang-undang. Apabila sekolah-sekolah itu tidak mampu memenuhi standar, diinstruksikan untuk melakukan penggabungan sekolah (merger).

"Sekolah itu harus berlomba-lomba menjadi baik, kalau enggak mau (lakukan) merger supaya kualifikasi pendidikan membaik, hasil membaik. Bukan cari duit saja," katanya.

Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kemenhub Muzaffar Ismail mengatakan pihaknya sudah menyurati delapan sekolah pilot yang dinilai tidak memenuhi kualifikasi.

"Hasil audit tahun lalu, ada delapan sekolah penerbangan yang kita surati karena tidak memenuhi. Februari mendatang akan kita evaluasi," ujarnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya