Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN penyedia jasa transportasi berbasis aplikasi, Gojek, kembali mendapatkan suntikan dana segar dalam jumlah besar.
Gojek mengantongi dana segar dari Alphabet, induk perusahaan Google, serta beberapa investor lain yakni Temasek Holdings, KKR & Co, Warburg Pincus LLC dan platorm daring Tiongkok Meituan-Dianping senilai US$1,2 miliar atau setara Rp16 triliun.
Menanggapi hal itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengaku senang karena apa yang dilakukan oleh para investor asing tersebut menandakan bahwa iklim investasi di Tanah Air berada pada kondisi yang sangat baik.
"Suntikan dana ke Gojek kan bukan yang pertama kali. Ini sudah ronde kedua. Kalau investor asing menambah suntikan dana, itu menujukkan adanya kepercayaan besar akan bisnis yang digeluti Gojek. Bukan hanya pada Gojek, tapi juga pada ekonomi digital dan investasi di Indonesia," ujar Rudiantara, Jumat (19/1).
Ia mengatakan ekonomi digital dalam beberapa tahun terakhir memang memberikan ruang yang sangat besar bagi tumbuhnya investasi di Indonesia. Pada tahun lalu, tercatat investasi di sektor yang tengah naik daun itu mencapai US$4,5 miliar.
"Dana itu masuk karena mereka percaya dan regulasi di industri ini tidak njelimet. Untuk investasi di startup tidak perlu izin ke Kemkominfo. Regulasinya mudah. Itu disukai investor," tuturnya.
Ia pun berharap, langkah para investor asing yang berbondong-bondong menanamkan modal pada perusahaan-perusahaan rintis Indonesia dapat diikuti oleh para investor lokal.
"Jadi unicorn-unicorn ini juga dimiliki sahamnya oleh orang Indonesia," tandasnya. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved