Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Beras Impor Mulai Tiba 15 Hari ke Depan

Cahya Mulyana
18/1/2018 21:15
Beras Impor Mulai Tiba 15 Hari ke Depan
(MI/PALCE AMALO)

PERUSAHAAN Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) menyatakan sedang melakukan verifikasi dokumen peserta lelang impor beras 500 ribu ton. Melalui poses administrasi lebih cepat diharapkan 10 sampai 15 hari ke depan 20 ribu ton beras dari kapal perdana bisa segera tiba.

"Kalau sudah ada keputusan pemenang lelang maka dalam jangka waktu 10 sampai 15 hari kemudian bisa datang kapal perdana membawa 20 ribu ton," terang Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti saat menghadiri rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR, di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (18/1).

Menurut dia, proses administrasi untuk proses lelang dilakukan dengan cepat karena target impor 500 ribu ton harus tuntas akhir Februari. Tim lelang tengah melakukan pemeriksaan dokumen persyaratan terhadap 11 dari 21 perusahaan yang mendaftar yakni berasal dari Thailand, Vietnam, Pakistan dan India.

"Tadi malam (17/1), pendafaran sudah ditutup dan sekarang tengah dilakukan seleksi administrasi. Kalau lancar maka Senin (22/1) membuka LC," jelasnya.

Ia mengatakan, pemenang lelang akan diminta supaya bisa memenuhi waktu dan volume beras. Hal itu supaya tidak melewati akhir Februari sesuai perintah rapar koordinasi yang dilakukan pemerintah.

"Nantinya (pemenang lelang) akan mengumpulkan beras yang tentunya membutuhkan waktu tapi ada komitmen kapan itu akan dikirim," terangnya.

Djarot menegaskan beras luar negeri itu tidak akan langsung didistribusikan ke pasar. Alasannya, beras sebanyak 500 ribu ton itu akan diputuskan penyebarannya oleh pemerintah dan menunggu hal tersebut akan disimpan di gudang Bulog.

"Jadi biar tidak tumpang tindih, diputuskan oleh Rakortas. Beras impor akan diminta disimpan dulu menjadi cadangan Bulog. Kapan keluarnya? nanti akan dikeluarkan setelah ada perintah kembali dari Rakortas, supaya jangan gaduh, rembes dan sebagainya," katanya.

Di luar soal impor, Djarot kembali menegaskan Bulog siap menyerap hasil panen berupa gabah dan beras. Seluruh unit Bulog akan mengumumkan supaya para petani tenang dan bisa langsung menjualnya.

"Saya segera akan instruksikan kepada semua unit kerja saya untuk membuat spanduk siap membeli gabah kering harga Rp4.070 kering dan kalau gabah giling ada lagi harganya," tutupnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya