Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Tiongkok kian Bertaring, Indonesia Mesti Perkuat Hubungan

Anastasia Arvirianty
15/1/2018 19:54
Tiongkok kian Bertaring, Indonesia Mesti Perkuat Hubungan
(ANTARA)

INDONESIA dinilai harus memperkuat hubungan dagang dengan Tiongkok. Pasalnya, dengan profilnya saat ini, Negeri Tirai Bambu tersebut semakin menunjukkan taringnya.

Hal tersebut disampaikan pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal kepada media saat dijumpai di kantornya, di Jakarta, Senin (15/1).

Lebih lanjut, Dino mengungkapkan, analisanya tersebut didasari atas hasil kunjungan dia bersama pemerintah dalam China Policy Group ke Tiongkok beberapa waktu lalu. Ia menjelaskan, tujuan dari kunjungan tersebut yakni mempelajari perkembangan di Tiongkok dan memahami bagaimana negara tersebut memandang dunia.

"Sehingga kebijakan Indonesia terhadap Tiongkok (harusnya) bisa lebih tajam dan matang," tuturnya.

Secara garis besar, hal penting yang ia dapatkan dari kunjungan tersebut ialah tentang peluang ekonomi. Ia memaparkan, Tiongkok 'memproduksi' sebanyak 700 juta turis dalam lima tahun. Di samping itu, nilai investasi bisa mencapai US$500 miliar, dengan angka impor sebesar US$8 triliun, Dino menilai ini sangat luar biasa.

Adapun, jika dilihat dari sisi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB), salah satu kota di Tiongkok yakni Guang Zhou memiliki pertumbuhan PDB yang lebih besar dari pertumbuhan PDB Indonesia, Meksico, dan Turki. Dino berpendapat, fakta ini harus menjadi motivasi bagi Indonesia untuk bisa mengejar pertumbuhan PDB Tiongkok.

"Belum lagi inovasi dan teknologinya, yang saat ini semakin canggih. Perusahaan-perusahaan Tiongkok juga sedang agresif untuk ekspansi ke negara lain. Jadi kita harus benar-benar memanfaatkan. Jangan sampai lepas hubungan kita dengan Tiongkok," pungkas Dino. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya