Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Fintech Mulai Masuk Pesantren

Erandhi Hutomo Saputra
15/1/2018 17:59
Fintech Mulai Masuk Pesantren
(Ilustrasi)

KEMENTERIAN Perindustrian mendorong penggunaan aplikasi financial technology (fintech) lingkungan pondok pesantren. Hal itu diharapkan mampu menumbuhkan semangat santri berwirausaha atau santripreneur terutama dalam skala industri kecil dan menengah (IKM).

"Ini merupakan komitmen bersama untuk membangun bangsa khususnya di lembaga pendidikan pondok pesantren dengan meluncurkan aplikasi mobile karya anak bangsa sebagai produk asli dalam negeri dengan nama Mobile Fintech and Commerce Nurul Iman,” ujar Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih di Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman, Bogor dalam keterangan resmi yang diterima Media Indonesia, Senin (15/1).

Gati menjelaskan, peluncuran aplikasi fintech tersebut merupakan kerja sama antara Kemenperin dan PT Data Aksara Matra sebagai penyedia aplikasi teknologi, serta divisi syariah PT Bank Tabungan Negara Tbk sebagai penyedia layanan jasa perbankan.

"Melalui aplikasi fintech, para santri, wali santri, dan mitra bisnis dapat memanfaatkan beragam fitur seperti pembelian dan pembayaran produk pondok pesantren yang memudahkan pengguna dalam mentransfer uang ke akun rekening virtual pondok pesantren atau santri," tukasnya.

"Para santri Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman juga akan diberikan Kartu Pesantren Industri dengan nama Kartu Santri Nurul Iman, yakni kartu pintar yang multifungsi. Dengan sistem ini, para santri akan dipermudah dalam bertransaksi belanja di toko ataupun koperasi pesantren untuk memenuhi segala kebutuhannya,” imbuhnya.

Kartu Pesantren Industri juga bisa digunakan sebagai kartu tabungan, kartu identitas, dan kartu absensi untuk santri. Nantinya, keuntungan dari aplikasi fintech yang diluncurkan tersebut dapat digunakan untuk mendukung biaya operasional di pondok pesantren seperti pembayaran listrik, kesehatan santri, operasional pendidikan, pengembangan industri dan wirausaha, serta kebutuhan lainnya.

"Dengan sistem ini keamanan santri dalam bertransaksi akan terjaga dan transparan serta akan mempermudah dalam mengelola sistem pendataan database di pesantren,” sebutnya.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), pada 2017 transaksi keuangan melalui Fintech mencapai Rp249 triliun atau meningkat 24% dibandingkan 2016. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya