Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Wapres: Impor Beras Tidak Ganggu Petani Lokal

MICOM
15/1/2018 15:13
Wapres: Impor Beras Tidak Ganggu Petani Lokal
(MI/Palce Amalo)

WAKIL Presiden Jusuf Kalla mengatakan kebijakan impor beras sebanyak 500 ribu ton tidak akan mengganggu harga jual petani daerah.

"Tidak (akan mengganggu). Rumusannya, Bulog harus punya cadangan di atas
satu juta ton, begitu (cadangan) di bawah satu juta ton, maka perlu impor,"
kata Kalla di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Senin (15/1).

Wapres menambahkan dengan kebijakan impor beras tersebut, maka petani beras di daerah dapat terlindungi dari lonjakan harga beras. Karena jika stok
beras dalam negeri terbatas, maka harga beras di dalam negeri akan
mencekik.

Kondisi petani daerah saat ini juga berbeda dengan dulu, ketika gabah hasil
panen disimpan dalam lumbung padi untuk persediaan kebutuhan pangan.
Menurut Kalla, saat ini petani justru menjual gabah hasil panen mereka dengan harga murah, untuk kemudian membeli beras dengan harga lebih tinggi.

"Jangan lupa, kalau harga naik maka petani juga mendapat masalah. Petani
zaman sekarang ini justru membeli beras, dan tidak ada lagi seperti dulu
yakni memiliki lumbung padi," jelasnya.

Untuk dikethauii, pemerintah mempertimbangkan kebijakan impor beras sebanyak 500.000 ton dari Vietnam dan Thailand karena persediaan beras hasil produksi dalam negeri kurang. Impor beras tersebut dilakukan lewat Badan Urusan Logistik (Bulog).

Sementara itu Menteri Pertanian Amran Sulaiman mencatat kebijakan impor
beras sejak 2016 tidak dilakukan oleh Pemerintah Indonesia, sehingga
kebijakan impor di awal 2018 bukan masalah besar.

"Kami ingin sampaian beberapa capaian, capaian itu per hari ini adalah kita
di 2016 - 2017 tidak ada impor beras medium," kata Amran saat membuka
Rakernas Kementan di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (15/1).

Perbedaan data statistik produksi beras di Tanah Air masih menjadi polemik,
meskipun Pemerintah telah memutuskan untuk mendatangkan beras dari Vietnam dan Thailand.

Kementan mengklaim produksi beras dalam negeri masih mencukupi untuk
kebutuhan nasional.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya