Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Dampak Pelarangan Cantrang, 16 Pabrik Surimi Tutup

Jessica Sihite
03/1/2018 14:45
Dampak Pelarangan Cantrang, 16 Pabrik Surimi Tutup
(ANTARA FOTO/Ampelsa)

LARANGAN operasional kapal cantrang telah membuat pabrik-pabrik pembuat pasta ikan atau surimi tutup. Pabrik itu mengandalkan pasokan bahan baku dari hasil tangkapan kapal yang telah dilarang per 1 Januari 2018.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) Budhi Wibowo mengatakan pabrik surimi belum menemukan jenis ikan lain yang secara teknis dan ekonomi layak digunakan sebagai bahan baku.

Jenis ikan yang biasa digunakan pabrik surimi, antara lain kurisi, swangi, kapasan, kuniran, cokelatan, dan bloso. Ikan-ikan tersebut yang biasa digunakan untuk industri pengolah bakso ikan, siomay, pempek, dan nugget ikan.

"Pekan ini seluruh pabrik surimi akan tutup karena tidak ada lagi bahan baku," ucap Budhi kepada Media Indonesia, Rabu (3/1).

Pabrik surimi yang beroperasi di Indonesia mencapai 16 unit. Data pada 2016, produksi pabrik surimi mencapai 81.750 ton dengan nilai penjualan US$188,6 juta. Total pekerja di seluruh pabrik tersebut sebanyak 7.725 orang.

Budhi mengatakan akan mendesak pemerintah untuk membentuk tim independen yang mengkaji alat tangkap cantrang. Ia menyayangkan pelarangan dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tanpa adanya kajian independen terlebih dahulu.

"Sebelum ada hasil kajian, kami meminta agar alat tangkap tersebut masih diperbolehkan beroperasi karena belum ada alat pengganti yang bisa secara efektif menangkap ikan-ikan jenis tersebut," imbuhnya.

Senada, Direktur PT Holi Mina Jaya Tanto Hermawan berharap pemerintah harus melakukan kajian independen. Pemerintah diminta untuk melihat kondisi laut dan ikan yang tidak bisa diperlakukan secara sama.

"Alat tangkap cantrang sudah puluhan tahun berjalan. Jangan dilarang, tetapi diatur," cetusnya melalui pesan singkat.

Karena kehabisan bahan baku, PT Holi Mina Jaya kini sudah menutup pabrik suriminya di Rembang, Jawa Tengah. Total produksi surimi pada 2016 mencapai 6 ribu ton dengan jumlah pegawai 585 orang.

"Sekarang sebagian karyawan itu sudah dirumahkan dulu, sebagian lagi pindah divisi. Kami dengan terpaksa sekarang ke luar pulau mencari jenis bahan lain untuk proses frozen dan fillet," imbuhnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya