Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBIAYAAN infrastruktur, investasi swasta maupun pembiayaan program-program strategis pemerintah lainnya yang terus meningkat bisa melalui industri pasar modal di Indonesia. Hal itu dibuktikan pada 2017, pasar modal bisa mengimbangi perbankan dalam perannya sebagai lembaga pembiayaan.
Menurut Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, industri Pasar Modal Indonesia telah menorehkan kinerja yang menggembirakan di 2017 lalu.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu tumbuh sebesar 19,99% dan ditutup di level 6.355,65 yang merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah Pasar Modal Indonesia serta menjadi pertumbuhan yang tertinggi keempat di bursa efek utama kawasan Asia Pasifik.
“Pemanfaatan pasar modal sebagai alternatif sumber pembiayaan jangka panjang baik untuk pembiayaan infrastruktur, investasi swasta maupun pembiayaan program-program strategis pemerintah lainnya terus meningkat. Bahkan pada 2017 lalu diperkirakan sudah mengimbangi penyediaan pembiayaan dari perbankan yang masih belum sesuai dengan harapan akibat dari restrukturisasi debitur,” ujarnya saat pembukaan Pasar Modal 2018 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1).
Oleh karena itu, penting untuk terus membangun kredibilitas dan pendalaman pasar modal agar bisa lebih berperan lagi dalam menggerakkan roda ekonomi nasional dan lebih berdaya saing di kancah global.
Berdasarkan pertumbuhan Year to Date per 29 Desember, pertumbuhan IHSG mendapat urutan keempat di kawasan Asia Pasifik dengan tumbuh 19,9%. Pertumbuhan indeks Indonesia berada di bawah Korea Selatan sebesar 21,76%, Filipina sebesar 25,11% dan di peringkat pertama adalah bursa efek Hongkong yang pertumbuhannya 35,99%.
“Kami memiliki komitmen yang besar untuk lebih mengoptimalkan peran Pasar Modal Indonesia dalam mendukung pembangunan nasional melalui berbagai kebijakan penyempurnaan infrastruktur dan perluasan instrumen pasar modal, serta tentunya dengan dukungan perbaikan fundamental ekonomi melalui berbagai kebijakan Pemerintah dan Bank Indonesia. Dan juga berharap pencapaian rekor baru kinerja pasar modal akan dicapai pada akhir tahun 2018 nanti,” tutup Wimboh. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved