Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Kemendag Gandeng Swasta Adakan OP Tekan Harga Daging Ayam

Gabriela Jessica Restiana Sihite
30/12/2017 13:34
Kemendag Gandeng Swasta Adakan OP Tekan Harga Daging Ayam
(MI/PALCE AMALO)

HARGA daging ayam di pasaran dalam suasana tahun baru ini melonjak tajam. Kementerian Perdagangan menggandeng pelaku usaha mengadakan operasi pasar di beberapa daerah untuk menekan harga.

"Kementerian Perdagangan telah meminta para pelaku usaha untuk mengadakan operasi pasar (OP) daging ayam. Hal itu dilakukan untuk meredam harga daging ayam yang masih tinggi di berbagai daerah," ujar Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Kemendag Ninuk Rahayuningrum, Sabtu (30/12).

OP dilakukan oleh PT Charoen Pokphand dan PT Japfa Comfeed Indonesia. OP daging ayam ras digelar di 18 pasar di Jakarta, Bogor, Tangerang, Serang, Bandung, Semarang, dan Surabaya.

Di lokasi OP, daging ayam ras dijual Rp29.500-Rp31.000 per kilogram, lebih rendah dari harga acuannya yang sebesar Rp32 ribu per kg. Sementara itu, harga rata-rata daging ayam di pasar wilayah Jakarta mencapai Rp35 ribu-Rp36 ribu per kg.

Adapun waktu penyelenggaraan OP daging ayam dibagi menjadi dua kali, yakni 19-23 Desember 2017 lalu untuk mengantisipasi kebutuhan Natal dan 27-29 Desember 2017 untuk kebutuhan Tahun Baru. Dengan begitu, hingga akhir tahun ini OP daging ayam sudah selesai digelar oleh Kementerian Perdagangan.

Namun, bila harga daging ayam masih terus tinggi hingga melewati akhir tahun, pemerintah bisa memperpanjang masa OP tersebut. "Kita akan bicarakan kembali dengan pelaku usahanya. Semoga bisa segera turun," imbuh Ninuk.

Lain halnya dengan telur ayam, pemerintah masih kesulitan untuk menurunkan harga yang kini sekitar Rp27 ribu per kg. Sebab, produksi masih minim akibat cuaca buruk. "Ayamnya banyak yang sakit, sehingga pasokan kurang. Harga di peternak jadi masih tinggi," tukasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri memprediksi harga telur dan daging ayam masih akan tetap tinggi hingga awal tahun depan. Harga diperkirakan akan kembali normal seminggu setelah Tahun Baru.

"Kiriman (telur dan daging ayam) belum normal saat ini. Saya prediksi setelah Tahun Baru," imbuh Abdullah.

Kendati demikian, selain dua komoditas tersebut, pemerintah menyatakan harga pangan cenderung stabil dalam menyambut Tahun Baru 2018. Belum ada anomali harga yang membutuhkan tindakan khusus dari pemerintah. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya