Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
BISNIS ritel konvensional yang makin goyah dengan adanya bisnis online atau e-commerce tampaknya harus semakin diantisipasi oleh para pemain ritel konvensional agar tetap bertahan di tengah ketatnya persaingan bisnis ritel.
GM KeSupermarket.com Ranch Market Group Martin Setiadarma mengakui, pihaknya juga mulai mengantisipasi adanya penggunaan digitalisasi pada setiap sektor bisnis. Terlebih generasi millineal saat ini, lebih memilih bertransaksi secara daring.
"Online dan offline itu channel, banyak industri digital clossing down tutup gerainya," ujar Martin di Gedung BEI Jakarta, Rabu (6/12).
Lebih lanjut Martin menilai, mulai matinya bisnis ritel konvensional bukan hanya disebabkan oleh memggeliatnya industri e-commerce. Mengingat sejumlah pakar ekonomi yang juga masih cukup terkejut terhadap situasi yang terjadi pada bisnis ritel saat ini.
" Tutupnya gerai sejumlah ritel, belum terjawab sebagai akibat dari pergeseran ke online. Para pakar ekonomi seperti Rhenald Kasali sempat mengatakan kontribusi online ke offline saja baru 1-2 persen," jelas dia.
Kendati pengaruh online memang cukup mengoyak ritel, namun lanjut Martin, bisnis secara online belum mampu menyaingi bisnis konvensional secara menyeluruh. Melainkan hanya sebagai pelengkap bagi keberadaan industri ritel konvensional.
"Kami melihat seiring bisnis pasti ada spekulasi, maka toko bisa tutup dengan ada toko tutup kita buka ritel baru. Mungkin beberapa ritelnya mereka ingin lebih healthy secara top line dan bottom line apakah online mengalahkan offline masih belum," tukas Martin.
Managing Partner Transactions Advisory Services (TAS) Ernst & Young Indonesia , David Rimbo , sekaligus anggota tim asistensi Kementerian Kominfo, mengatakan teknologi berevolusi dengan luar biasa, hingga mampu menelusuri keinginan jenis produk belanjaan seorang konsumen hanya dari cookies web dan kata kunci yang sering dicari konsumen.
"Di masa mendatang, transformasi ini terjadi. Pada saat ponsel terhubung dengan wifi suatu pusat perbelanjaan, semua data cookies terekam. Hal ini sudah terjadi di mall di Australia, dimana layar iklan di mall, langsung memunculkan barang-barang yang dicari konsumen lengkap dengan lokasi tenant dan data spending yang biasa dilakukan konsumen," ujar David.
Teknologi punya kemampuan menjangkau yang menyeluruh, di dalam peta jalan e-commerce pemerintah, ada beberapa program besar , salah satunya mendigitalisasi 8 juta petani dan nelayan go online. Tujuannya agar memiliki akses ke teknologi digital, sehingga nelayan memiliki akses kepada data meteorologi, sonar keberadaan ikan agar bisa menignkatkan penangkapan.
"Sedangkan petani, ketika go online punya data klimatologi, dan terhadap ketersediaan logistik sehingga produktivitas meningkat," tukas David. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved