Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH tengah berupaya menahan penyesuaian "administered prices" untuk menjaga daya beli masyarakat yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Kendati demikian, tren kenaikan harga minyak dunia menjadi tantangan dari kebijakan tersebut.
Pasalnya, harga minyak dunia menjadi salah satu indikator yang mempengaruhi "administered prices" seperti harga bahan bakar minyak (BBM). Berdasarkan harga acuan minyak jenis WTI (West Texas Intermediate) sudah berada di kisaran US$ 57 per barel dan acuan minyak jenis Brent Crude (ICE) tercatat US$ 63 per barel.
Adapun, pemulihan harga minyak dunia diprediksi akan terus berlanjut setelah sebelumnya sempat jatuh di level US$ 30 per barel. Adapun harga BBM penugasan jenis premium dan solar tidak mengalami perubahan sejak April 2016 lalu.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan pihaknya belum bisa memastikan arah kebijakan penyesuaian harga BBM tahun depan.
"Saya harus lapor ke presiden dulu tentang apakah ada penyesuaian naik atau penyesuaian turun. Jadi gak bisa komentar harga BBM terutama per Januari (2018) bagaimana," ujar Jonan saat ditemui di sela-sela acara "PYC International Energy Conference", Kamis (30/11).
Lebih lanjut dia menuturkan pemerintah tengah meninjau kembali kebijakan harga BBM. Termasuk melibatkan PT Pertamina (Persero) yang bertugas melakukan pengadaan sekaligus distribusi BBM. Tinjauan yang dimaksud, sambung Jonan, mencakup perhitungan biaya dengan mempertimbangkan efisiensi untuk menciptakan harga eceran. Namun dia menyatakan tidak ada perubahan terhadap formulasi perhitungan harga BBM.
"Enggak ya, kalau formulanya tetap sama, tetap saja. Sekarang ini kita diskusi dengan distributor besar seperti Pertamina tentang harga ecerannya lalu "cost"-nya berapa. Kita lihat efisiensinya seberapa. Karena arahan Bapak Presiden, coba diusahakan semua yang mempengaruhi hajat hidup orang banyak harganya di samping kompetitif juga harus terjangkau," jelas Jonan.
Apabila pemerintah kembali menahan penyesuaian harga BBM tahun depan di tengah fluktuasi harga minyak dunia, maka beban yang ditanggung Pertamina dalam menjalankan BBM penugasan semakin meningkat. Begitu pula dengan utang pemerintah kepada Pertamina yang mencapai Rp 34 triliun dalam rangka menalangi program subsidi elpiji dan BBM. Seperti diketahui, BUMN energi sempat mengklaim penurunan laba bersih sebesar 29,6 persen hingga kuartal III 2017 turut dikontribusikan harga BBM yang tidak mengalami penyesuaian padahal ICP (Indonesian Crude Price) terus naik.(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved