Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Divestasi Saham Freeport Akan Dibantu Perbankan BUMN

Gabriela Jessica Restiana Sihite
24/11/2017 14:22
Divestasi Saham Freeport Akan Dibantu Perbankan BUMN
(ANTARA/Muhammad Adimaja)
KEMENTERIAN Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan pembiayaan divestasi saham PT Freeport Indonesia (PTFI) akan menggunakan ekuitas holding BUMN pertambangan. Selain itu, pembiayaan akan dibantu juga perbankan BUMN.

"Sama seperti yang Medco lakukan saat akusisi saham Newmont. Masa Medco dibantu, kami BUMN tidak? Kami pasti akan pakai dana perbankan BUMN," ujar Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno di kantornya, Jakarta, Jumat (24/11).

Dari catatan per Juni 2017, ekuitas holding BUMN pertambangan mencapai Rp64,6 triliun. Jumlah tersebut mencakup ekuitas PT Inalum, PT Timah Tbk, PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Antam Tbk.

Harry mengatakan dengan jumlah ekuitas tersebut, holding BUMN pertambangan mampu mendapat rasio utang (leverage) dengan batas aman sebanyak 3 kali. Dengan begitu, kemampuan ekuitas holding BUMN dinilai bisa mendanai divestasi PTFI hingga sekitar Rp180 triliun. "Tapi saya belum tahu angkanya karena valuasinya masih dalam perundingan," ucapnya.

Harry menjelaskan pemerintah masih mendiskusikan hal-hal teknis tentang perubahan status PTFI menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK), pembangunan smelter, divestasi, dan kepastian penerimaan negara. Perundingan tersebut juga melibatkan Rio Tinto Group yang bekerja sama dengan PTFI dalam pengelolaan tambang Grasberg di Papua.

"Sekarang masih berunding lagi karena ada hal-hal sangat teknis karena ada Rio Tinto di situ. Rio Tinto itu punya perjanjian dengan Freeport McMoran pada 1990an mengenai pendanaan dan kemudian membagi keuntungan. Itu sangat teknis dan detil," paparnya.

Adapun PTFI rencananya akan dimasukan dalam holding BUMN pertambangan. Namun, saham PTFI yang telah dimiliki pemerintah masih sebesar 9,36%. PTFI baru akan bergabung ke holding BUMN di bawah PT Inalum setelah mendivestasikan 41,64% sahamnya, sehingga kepemilikan pemerintah menjadi 51%, termasuk 10% yang akan diserahkan ke Pemprov Papua dan Pemkab Mimika.

Di kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Antam Tbk Arie Prabowo Ariotedjo menyebut akusisi 51% saham PTFI akan membuat total aset holding BUMN pertambangan naik lebih dari dua kali lipat. Saat ini, aset perusahaan-perusahaan holding BUMN pertambangan mencapai Rp89 triliun dan diperkirakan bisa mencapai Rp200 triliun saat PTFI masuk. "Itu memang masih tergantung negosiasi. Mungkin kira-kira Rp200 triliunan," pungkas Arie. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya