Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

RI Dapat Banyak Manfaat Jadi Tuan Rumah Pertemuan IMF-Bank Dunia

Palce Amalo
21/11/2017 15:11
RI Dapat Banyak Manfaat Jadi Tuan Rumah Pertemuan  IMF-Bank Dunia
(Ist)

INDONESIA mendapat kesempatan untuk menjadi tuan rumah dalam pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia tahun depan. Menurut Kepala Task Force IMF Annual Meeting Peter Jacobs, pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia yang akan diselenggarakan di Bali pada 8-14 Oktober 2018, menjadi momen berharga menunjukkan kepada dunia bahwa perekonomian Indonesia makin maju dan kuat.

"Kita juga berusaha memastikan ketika menjadi tuan rumah, harus mendapat manfaat setinggi-tingginya," kata Peter Jacobs kepada wartawan di Jakarta, Selasa (21/11).

Peter mengatakan pertemuan tahunan ini akan mendiskusikan tiga hal utama yakni perkembangan ekonomi, keuangan global, dan isu-isu terkini yang meliputi outlook ekonomi global, stabilitas keuangan global, kemiskinan, pembangunan, lapangan kerja, dan perubahan iklim.

Pertemuan itu memberikan kesempatan kepada Indonesia melakukan promosi kemudahan berinvestasi, kebijakan perdagangan, dan pariwisata. Pasalnya kegiatan ini dijadwalkan dihadiri sekitar 15.000 delegasi dari 189 negara terdiri dari menteri keuangan dan kepala bank sentral sebagai delegasi resmi, pengamat, staf IMF-World Bank, lembaga swadaya masyarakat, investor, dan diliput sekitar 1.500 wartawan.

"Kita perkirakan total spending bakal lebih dari US$100 juta, belum termasuk tourism dan corporate events," kata Peter. Dia mengatakan kesempatan itu akan dimanfaatkan untuk mempromosikan pariwisata 10 Bali Baru yang dicanangkan pemerintah. Karena itu, sejumlah obyek wisata mulai berbenah seperti di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. "Infrastruktur di Labuan Bajo mulai dipersiapkan, jangan sampai para delegasi ke sana kecewa karena masalah infrastruktur," ujarnya.

Begitu juga lokasi wisata di Tana Toraja di Sulawesi Selatan, Candi Borobudur, Raja Ampat, dan Danau Toba, Untuk Bali, sedang dilakukan pembangunan apron baru agar bisa menampung pesawat jet pribadi milik peserta delegasi.

"Ada juga pembangunan underpass di airport untuk memperlancar arus kedatangan peserta delegasi, jangan sampai macet. Kita juga perlu menyiapkan ruang dan infrastruktur karena nanti ada 2.000 sesi kecil, menengah hingga besar," ujarnya.

Menurutnya kesempatan ini sangai untuk menunjukkan leadership Indonesia, juga sebagai satu-satunya negara Asean di Forum G20.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya