Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Rimau Multi Putra Pratama Tbk (CMPP) mempersilakan PT Indonesia Air Asia (IAA) masuk menjadi bagian mayoritas perusahaan. Tidak lama lagi, IAA akan memasuki pasar modal Indonesia dengan menggunakan bendera CMPP.
Nantinya, Air Asia melepas saham IAA untuk ditukar menjadi saham baru pada CMPP. Itu berlaku pula pada mitra Air Asia di Indonesia, PT Fersindo Nusaperkasa (FN) yang mengapit 51% saham IAA, yang kelak bakal memiliki saham di CMPP.
Dengan begitu, Air Asia secara langsung akan menjadi perusahaan publik yang tercatat di pasar modal. IAA bahkan menjadi pemegang saham mayoritas di CMPP dengan porsi total saham sebesar 97,96%.
"Kami sudah setuju pada RUPSLB (rapat umum pemegang saham luar biasa), 76% untuk membeli perpetual securities IAA, dengan memakai skema inbreng," ujar Komisaris Utama CMPP Donny P Pranoto seusai RUPSLB di Jakarta, kemarin.
Sebelum rencana transaksi itu, jelas dia, saham CMPP dimiliki PT Rimau Multi Investama (RMI) dengan porsi kepemilikan 76,24% dan publik (23,76%). Perseroan juga memiliki entitas anak yaitu PT Multi Mekar Lestari dan PT Rimau Shipping.
Di satu sisi, PT IAA terafiliasi dengan perusahaan asal Malaysia, Air Asia Berhad (AAB). Saham IAA dimiliki PT FN dengan porsi kepemilikan 51% dan Air Asia Invesment Ltd (AIL) dengan porsi 49%.
Donny menjelaskan skema IAA masuk pasar modal Indonesia yakni CMPP menerbitkan saham baru melalui hak memesan efek terlebih dulu (MHMETD) atau right issue sebanyak-banyaknya 13,64 miliar saham baru. Kemudian IAA akan bertindak sebagai pembeli siaga saham baru yang diterbitkan CMPP melalui FN dan AIL.
Setelah transaksi, struktur kepemilikan saham CMPP yakni FN sebesar 49,96%, AIL 48,00%, RMI sebesar 1,55%, dan publik 0,48%. Itu artinya, IAA melalui FN dan AIL akan mengakuisisi mayoritas saham CMPP dengan porsi 97,96% dari total saham CMPP. Adapun untuk prosesnya ditargetkan rampung pada November 2017.
"Kami melihat perspektif bisnis bahwa prospek penerbangan baik untuk perusahaan kami. Air Asia masuk. Ketika itu pula, kami divestasi anak usaha kami pada bidang trading company dan pelayaran sehingga kini kami fokus pada industri penerbangan berjadwal komersial, meski secara tujuan usaha tetap di bidang transportasi," pungkas Donny. (Try/E-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved