Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

OJK Waspadai Ancaman Siber

19/10/2017 09:22
OJK Waspadai Ancaman Siber
(MI/RAMDANI)

KETUA Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyatakan risiko serangan siber pada sistem keuangan saat ini sudah semakin besar akibat pesatnya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di industri jasa keuangan.

"Upaya pencegahan serangan siber tidak dapat dilakukan hanya satu negara, tapi harus inisiatif global karena para hackers beroperasi tanpa mengenal batas negara," kata Wimboh pada seminar International Good Practices on Cybersecurity Preparednesss dalam rangkaian pertemuan tahunan Bank Dunia-IMF di Washington, DC, AS. Senin (16/10) waktu setempat.

Melalui siaran pers yang diterima kemarin, ia mengatakan peningkatan penggunaan internet oleh pemerintah, pelayanan publik, dan bisnis swasta termasuk di industri jasa keuangan memiliki implikasi besar jika tidak ditangani dengan baik. Di Indonesia, industri jasa keuangan, dikategorikan sebagai salah satu infrastruktur penting yang perlu dijaga dari ancaman keamanan dunia maya.

Dalam menghadapi hal itu, OJK berencana membuat layanan informasi keuangan yang bertugas mempercepat pemulihan saat terjadi serangan siber dan membentuk lembaga pelatihan penanganan serangan siber.

Dalam hal ini, jelas Wimboh, OJK juga bergabung dalam inisiatif bersama untuk membentuk Badan Siber Nasional bersama sejumlah kementerian dan lembaga negara seperti Kemenkominfo, Kementerian Pertahanan, Kemenko Polhukam, Polri, dan lain-lain.

Dalam lawatan memenuhi undangan Bank Dunia ini, Ketua Dewan Komisioner OJK pun menghadiri dua pertemuan tingkat tinggi bersama beberapa perwakilan bank sentral dan otoritas pengawas keuangan negara lain untuk membahas dua isu besar, yaitu annual meeting of the IFC-led sustainable banking network dan regulatory approaches for non-systemic banks. (Try/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya