Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
RAPAT Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Persero Tbk memutuskan untuk menghapus jabatan Wakil Direktur Utama (Dirut) yang selama ini dijabat Sunarso.
Mayoritas pemegang saham juga menyepakati pergantian komisaris yakni Rofikoh Rokhim yang sebelumnya sebagai Komisaris PT Hotel Indonesia Natour menggantikan Adhyaksa Dault, serta menugaskan dua direksi baru yakni Handayani dan R Sophia Alizsa.
Handayani yang sebelumnya menjabat Direktur Konsumer PT Bank Tabungan Negara Persero Tbk (BTN) menggantikan Randi Anto sebagai Direktur Konsumer BRI. Adapun R Sophia Alizsa yang sebelumnya menjabat Kepala-EVP Jaringan Bisnis Ritel BRI ditetapkan sebagai Direktur Human Capital BRI.
"Dengan jajaran yang baru ini, kami akan meneruskan program kerja. Adapun terkait alasan pemberhentian dan penugasan baru itu ada di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN)," ungkap Direktur Utama BRI Suprajarto seusai RUPS-LB kepada wartawan, di Kantor Pusat Bank BRI, Jakarta, kemarin.
Dalam RUPS-LB itu, perseroan juga menetapkan akan melakukan stock split (peme-cahan nominal saham) dengan rasio 1:5. Setelah pemecahan saham, harga saham BRI nantinya menjadi Rp50 per saham dari semula Rp250 per saham.
Dengan rasio 1:5 tersebut, harga saham emiten dengan kode BBRI yang kini seharga Rp15.400 akan berubah pada kisaran Rp3.000.
"Stock split ini merupakan salah satu bentuk upaya perseroan untuk memberikan sinyal positif atas optimisme manajemen dan kinerja Bank BRI di masa depan," ujar Suprajarto.
Selain itu, dengan harga saham yang lebih terjangkau masyarakat, Bank BRI menargetkan bakal ada peningkatan investor base terutama pada kalangan investor ritel domestik.
Ia pun berharap setelah pengadaan stock split, terjadi peningkatan likuiditas perdagangan saham BBRI. "Tujuan utama stock split agar pemegang saham BBRI atau investor retail meningkat, sehingga frekuensi perdagangan saham BBRI diharapkan juga akan meningkat," imbuh Suprajarto.
Keseimbangan
Suprajarto menambahkan, semakin banyaknya investor retail juga akan dapat memberikan keseimbangan (balan-cing) terhadap harga saham BBRI. Ia berharap dengan semakin banyaknya investor lokal yang memiliki saham BRI, masyarakat akan merasa semakin memiliki keterlibatan secara tidak langsung dalam membangun perekonomian nasional.
Di sisi lain, lanjut Suprajarto, aksi korporasi itu sebagai bentuk komitmen Bank BRI untuk mendukung program 'mena-bung saham' serta memberikan kesempatan kepada investor ritel domestik memiliki saham blue chip.
"Bank BRI juga terus berkomitmen meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di masyarakat, salah satunya melalui pasar modal," tutur dia.
Nantinya, jelas dia, setelah RUPS-LB yang menyetujui pelaksanaan pemecahan nominal saham, akan dilanjutkan dengan rencana perdagangan saham dengan nilai nominal setelah pemecahan pada 10 November 2017. (E-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved