Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Kolaborasi Dekatkan Inklusi Keuangan

Ghani Nurcahyadi
16/10/2017 08:45
Kolaborasi Dekatkan Inklusi Keuangan
()

Transformasi digital bagi industri perbankan merupakan keniscayaan. Itu dapat menuntaskan pekerjaan rumah terbesar sekarang, yaitu inklusi keuangan ke seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Sektor keuangan Indonesia saat ini masih eksklusif sehingga inklusi keuangan menjadi penting. Di sinilah peran start-up teknologi finansial (tekfin).

“Perkembangan tekfin tidak bisa ditolak. Inovasi di sektor keuangan akan membawa dampak positif jika dikelola dengan baik. Di kalangan bawah, mereka butuh inovasi yang perbankan konvensional belum bisa penuhi. Itulah yang membuat penetrasi bank belum terlalu dalam,” kata ekonom dan Rektor Universitas Atma Jaya Jakarta A Prasentyantoko dalam diskusi di Jakarta, Selasa (10/10).

Penetrasi mobile internet yang tinggi membuat model bisnis start-up tekfin yang terdiri dari sejumlah skema, seperti peer to peer lending, dapat diterima dengan baik. Karena itu, industri perbankan dituntut mampu berkola­borasi dengan start-up tekfin demi meningkatkan inklusi keuangan masyarakat.

Ivan Jaya, Head of Wealth Management and Digital Business Commonwealth Bank, menambahkan, tekfin sangat kuat dalam teknologi dan aplikasi, tapi mereka belum memiliki pengalaman yang cukup dalam operasional di sektor finansial. Salah satu terobosan jitunya tiada lain tekfin mesti berkolaborasi dengan bank.

“Tentu kami selalu terbuka terhadap segala hal untuk mendorong inklusi keuangan, termasuk melakukan kerja sama dengan tekfin. Fokus kami dalam waktu dekat ialah mengembangkan Tymedigital sehingga bisa menyediakan solusi finansial lain seperti pinjaman tanpa agunan dan transaksi perbankan lain,” kata Ivan, kemarin.

Tymedigital merupakan kerja sama bank tersebut dengan tekfin.

Dukungan regulator
Industri perbankan dengan modal besar tak hanya menggandeng tekfin, tetapi juga membantu pembiayaan start-up tekfin. Sebesar 40% di antaranya bergerak di bidang payment tersebut. Salah satunya dilakukan Bank Mandiri dengan membentuk anak usaha yang fokus membiayai start-up tekfin.

“Kami melihat bahwa perkembangan start-up di bidang tekfin justru mendukung perbankan dalam berinovasi memberikan layanan terbaik bagi masyarakat sebagai nasabah. Kami telah membentuk anak usaha bernama Mandiri Capital Indonesia (MCI) untuk mendukung pembiayaan start-up tekfin dalam mengembangkan bisnis,” kata Senior Vice President Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri Thomas Wahyudi.

Dari sisi regulasi, Head Group of Development of Retail Payment System and Financial Inclusion Bank Indonesia Pungky P Wibowo melanjutkan, dalam waktu dekat BI akan mengeluarkan aturan definitif terkait tekfin. Saat ini, BI menerapkan sandbox regulation untuk menganalisis model bisnis yang diterapkan tekfin.

“Mereka bisa bergerak dengan bisnis sambil dimasukkan ke sandbox untuk sama-sama dipelajari jenis kategori. Kami pun telah mengakomodasi dengan keberadaan Kantor Urusan Tekfin (Fintech Office) di BI,” tandas Pungky. (S-4)

[email protected]



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya