Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (persero) menargetkan akhir November tahun ini untuk menerangi seluruh Pulau Liran, Kabupaten Maluku Barat Daya. Pulau Liran ialah salah satu pulau terpencil, terluar, dan terdepan dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste.
Sejak Oktober 2015 PLN telah membangun kelistrikan di Pulau Liran dan sudah mene-rangi 221 kepala keluarga dengan biaya pembangunan infrastruktur listrik sebesar Rp12 miliar. “November selesai, kita berharap bisa terlistriki semuanya. Tinggal 25 rumah yang belum terlistriki. Tentunya kita tidak bicara untung rugi, tapi kita bicara elektrifikasi,”ujar Direktur Human Capital Management PLN Muhamad Ali saat CSR PLN Peduli di Pulau Liran, Rabu (20/9).
Ali mengatakan PLN membangun jaringan tegangan menengah untuk menghubungkan aliran listrik dari PLTD Liran menuju Dusun Uspisera sepanjang 4 km. Seluruh pasokan listrik saat ini berasal dari pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) dengan daya terpasang 240 kw, dan rata-rata biaya pokok produksi (BPP) di Pulau itu sebesar 11.182 kwh.
“Dengan biaya pokok produksi yang tinggi, PLN tetap menjual listrik untuk warga Liran dengan harga subsidi Rp650/kwh. Hal itu sesuai dengan amanah UU bahwa PLN sebagai penyedia Listrik negara wajib memberikan pelayanan listrik yang terjangkau untuk masyarakat. Untuk itulah subsidi silang dilakukan, salah satunya dari kebijakan subsidi listrik tepat sasaran,” ungkap Ali.
Kehadiran listrik disambut hangat warga Pulau Liran. Warga mengaku sejak masuknya listrik, kehidupan perekonomian mereka lebih terbantu karena warga tidak lagi terbebani biaya bahan bakar untuk menyalakan pelita. Agus, 40, salah satu warga Pulau Liran yang bekerja sebagai nelayan, mengatakan sebelum kehadiran listrik, keluarga di rumahnya menggunakan genset sebagai pembangkit listrik.
“Di rumah saya pakai genset dengan solar habis Rp100 ribu untuk semalam. Sekarang setelah listrik masuk, bayar hanya Rp100 ribu per bulan,” kata Agus.
Dalam acara CSR itu, PLN menggandeng RSCM-FKUI Jakarta memberikan bantuan pengobatan gratis untuk warga Liran. Sebanyak 19 tim RSCM yg terdiri atas dokter spesialis,refraksionis, dan apoteker hadir dalam acara tersebut. Bantuan dilakukan dalam rangka menindaklanjuti kunjungan Menteri BUMN bersama Dirut Utama PLN ke Pulau Liran pada 7 Agustus lalu. (Adi/E-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved