Minggu 06 Agustus 2017, 21:36 WIB

Potensi Energi Arus Laut Indonesia 41GW

Antara | Ekonomi
Potensi Energi Arus Laut Indonesia 41GW

MI/Panca Syurkani

 

POTENSI energi ocean Thermal Energy Conversion (OTEC) atau listrik yang dihasilkan dari perbedaan suhu arus laut dalam dengan permukaan laut di Indonesia memiliki kapasitas potensi sebesar 41 GW.

"Selain melakukan penelitian Identifikasi Cekungan sedimenter untuk mendukung penyiapan WK Migas, dilakukan juga pengambilan data temperatur air laut sebagai identifikasi data potensi OTEC," kata Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (PPPGL) ESDM Ediar Usman.

Ketika mengarungi perairan Selat Sunda dengan Kapal Geomarin III, kepada, Antara, Minggu (6/8), Ediar mengatakan Potensi OTEC di Indonesia merupakan yang terbesar di dunia, tersebar di pantai barat Sumatera, Selatan Jawa, Sulawesi, Maluku Utara. Bali dan Lembata NTT.

PPPGL telah mengkaji dan meneliti potensi OTEC pada 17 lokasi sebesar 41 GW.

OTEC merupakan bagian dari energi baru terbarukan dan bersumber dari perbedaan temperatur air laut yang mudah ditemukan pada perairan laut tropis, lanjutnya.

Potensi energi panas laut di perairan Indonesia diprediksi menghasilkan daya sekitar 240.000 MW. Indonesia bagian timur memiliki nilai T (perbedaan suhu) lebih besar dari Indonesia bagian barat.

Pemanfaatan OTEC berdampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitarnya. Energi ini bernilai ekonomi lebih tinggi dibanding sumber energi lainnya.

Energi ini menghasilkan listrik dan air murni akibat penguapan air laut. Penggunaan OTEC di bidang perikanan memberikan nutrisi pada biota laut di permukaan laut.

Contoh pembangkit OTEC dalam skala kecil ada di Kumijima, Jepang dan Hawai. Sementara Tiongkok, Korea Selatan dan India, saat ini sedang membangun pembangkit OTEC dengan kapasitas 10 Mega Watt (MW).

PPPGL telah merancang langkah strategis dalam riset OTEC, terutama menentukan lokasi prospek seluruh Indonesia sebagai dasar investasi OTEC. Langkah tersebut meliputi, pertama survei potensi regional dan rinci, teknis dan ekonomis.

Selanjutnya, survei potensi di Bali Utara dan Lembata menggunakan Geomarin III (2017), dilanjutkan pre studi kelayakan dan studi kelayakan (2018). Ketiga, kajian aspek teknis dan ilmiah lainnya termasuk sosial, budaya dan ekonomi, keempat pemilihan lokasi Pilot Project di Indonesia serta dan kelima dukungan pemerintah pada pengembangan OTEC.

Hari ini, Minggu (6/8), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan uji coba kapal survei seismik Geomarin III di Perairan Selat Sunda untuk mencari potensi sumber daya alam (minyak dan gas bumi) serta mineral di bawah laut.

Ia menjelaskan, kapal Geomarin III merupakan kapal dengan teknologi canggih yang mampu mendeteksi adanya potensi cadangan energi baik berupa minyak atau gas di dasar laut. (OL-6)

Baca Juga

Dok Kementan RI

Budidaya Hortikultura Ramah Lingkungan Antisipasi Perubahan Iklim

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 06 Mei 2021, 07:54 WIB
Salah satu strategi Kementan menggenjot produksi komoditas hortikultura yang sehat dan berdaya saing adalah implementasi program Gedor...
Dok Kementan RI

Closed Loop Salah Satu Solusi Dorong Kepastian Pasar Produk Petani

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 06 Mei 2021, 07:39 WIB
Kementerian Pertanian bekerja sama dengan semua pihak menghadirkan model kemitraan agribisnis yang terintegrasi dari hulu ke hilir, melalui...
DOK Kementan

Blitar Siap Kawal Stok Cabai Nasional

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 06 Mei 2021, 07:32 WIB
Kabupaten Blitar, Jawa Timur merupakan sentra cabai rawit terbesar nasional sejauh ini selalu digadang mampu amankan stok cabai nasional...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Citarum Mulai Harum

  Sudah tiga tahun Sungai Citarum dikeroyok. Sampah mulai berkurang, air terlihat lebih bersih.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya