Headline
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kumpulan Berita DPR RI
KAMAR Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong agar usaha kecil menengah (UKM) untuk berani melantai di bursa. Menurut Kadin dalam waktu dekat ini ada UKM yang bergerak di bidang makanan keripik dan sambal akan mendaftar di bursa.
"Untuk itu Kadin akan lebih masif menyosialisasikan IPO (Initial Public Offering) kepada UKM," ujar Ketua kamar dagang dan Industri Indonesia Rosan Roeslani.
Rosan menyebut untuk mendorong agar UKM banyak go public diperlukan intensif atau kemudahan seperti tidak perlunya Komisaris Independen atau Direktur Independen dalam struktur organisasi UKM, serta bantuan dalam sisi pembiayaan. Usulan tersebut masih dikonsultasikan Kadin dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Kita minta ada beberapa kemudahan untuk mereka (UKM) IPO berupa peraturan dan mereka juga terbatas. Misal Direktur Independen dan Komisaris Independen tidak perlu ada. Kita juga koordinasikan dengan OJK juga," ujar Rosan di Gedung BEI Jakarta, Senin (24/7).
Dari 26.000 UKM yang terdaftar di Kadin, lanjut Rosan, dalam waktu dekat akan ada 3 hingga 4 UKM yang siap untuk masuk bursa. UKM-UKM tersebut diantaranya bergulat di sektor produksi keripik dan sambal. Ia menyebut aset dari 3-4 UKM yang akan melantai tersebut berkisar Rp28-Rp50 miliar.
"Yang mau melantai ke bursa saya dapat informasi ada 3 atau 4, sektornya ada pembuatan keripik," tukasnya.
Dalam kesempatan itu Rosan juga bakal bekerja sama dengan BEI dalam hal keanggotaan di Kadin. Ia meminta agar ke depannya perusahaan yang ingin go public untuk lebih dulu masuk menjadi anggota Kadin.
Di tempat yang sama, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio meminta Kadin untuk mendorong anggota-anggotanya untuk melantai di bursa. Sebab saat ini jumlah anggota Kadin yang berada di bursa hanya sebesar 0,01% dari total anggota Kadin. Dan sebaliknya perusahaan yang terdaftar di bursa hanya di bawah 10% yang merupakan anggota Kadin.
"Padahal perusahaan yang besar di Indonesia punya kontribusi terhadap pajak lebih dari 10%, dan kontribusi terhadap konglomerasi di atas 90%. Jadi pantasnya semua perusahaan yang registered di bursa bisa menjadi anggota Kadin," tukasnya.
Untuk itu Tito mendorong agar anggota Kadin lebih banyak yang masuk ke bursa dan sebaliknya perusahaan-perusahaan yang melantai di bursa mayoritas bisa menjadi anggota Kadin.
"Karena Kadin kan yang perjuangkan mengenai semua peraturan yang mempermudah, relaksasi bisnis di Indonesia, dia yang buka akses ke luar negeri untuk bisnis, kalau ada masalah pajak juga dia yang fight," pungkasnya. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved