Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Pasokan Aman Inflasi Terkendali

Fetry Wuryasti
20/6/2017 08:30
Pasokan Aman Inflasi Terkendali
(ANTARA/AMPELSA)

BANK Indonesia (BI) menyimpulkan inflasi Juni bakal tetap terkendali.

Kesimpulan itu diambil dari survei pekan kedua BI, angka indeks harga konsumen berada di kisaran 0,5% secara bulanan (month to month/mtm) dan 4,17% secara tahunan (year on year/yoy).

Angka tersebut lebih rendah daripada angka inflasi periode yang sama tahun lalu sebesar 4,33% (yoy).

Menurut Gubernur BI Agus Martowardojo, ketersediaan bahan pokok yang terpenuhi menjadi kunci utama kestabilan laju inflasi.

Untuk itu, dia memuji respons pemerintah utamanya terkait dengan pasokan kebutuhan bahan pokok.

"Kami lihat pengendalian inflasi dilakukan dengan baik terutama pasokan yang memadai. Sekarang ini inflasi sejalan dengan target kami 4 plus minus 1%," ujar Agus, di jakarta, kemarin.

Kendati laju inflasi terkendali, menjaga tingkat inflasi sepajang Ramadan dan Idul Fitri, menurut Agus, masih menjadi tantangan.

Setidaknya ada dua hal yang perlu dicermati, yaitu rencana penaikan harga BBM dan penaikan tarif dasar listrik nonsubsidi 900 VA.

Untuk penaikan harga listrik, Agus menyatakan pengaruhnya pada inflasi baru bisa dirasakan pada akhir Juni nanti.

Soal penaikan harga BBM, belum tentu terjadi karena pemerintah masih mengkaji harga BBM.

Sebelumnya, angka inflasi pada Mei 2017 sebesar 0,39%.

Inflasi pada Mei disumbangkan kenaikan harga kebutuhan pangan jelang Ramadan.

Angka itu naik dari inflasi April 2017 yang tercatat hanya 0,09%.

Pada kesempatan serupa, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memprediksi laju inflasi pasca-Lebaran 2017 tidak akan terlalu besar.

Musababnya, sejumlah harga bahan pokok penyumbang inflasi seperti bawang putih dan cabai malah menurun.

"Kita masih berharap inflasi bisa sama seperti Mei lalu, 0,39% atau 0,4%," sebut dia.

Darmin menuturkan, biasanya, hari-hari menjelang Lebaran harga utamanya kebutuhan bahan pokok bergerak tinggi.

Akan tetapi, sampai sekarang belum ada pergerakan harga yang menonjol.

Pengendalian terbaik

Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha Syarkawi Rauf menyebut harga komoditas pangan strategis saat Ramadan tahun ini lebih baik daripada 10 tahun terakhir.

Pemerintah telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk empat dari 11 komoditas pangan strategis.

Diketahui, empat harga pangan yang telah ditentukan batas atasnya oleh Kementerian Perdagangan ialah gula sebesar Rp12.500/kg, minyak goreng kemasan biasa Rp11 ribu/liter, daging beku Rp80 ribu/kg, dan bawang putih Rp38 ribu/kg

"Inilah harga pangan yang paling bagus sejak 10 tahun terakhir selama Ramadan. Bahkan di Makassar dan Surabaya, menurut BPS, terjadi deflasi karena pemerintah mampu mengendalikan harga komoditas pangan strategis," ujar Syarkawi dalam diskusi bertajuk Pangan dan Agraria Era Jokowi di Jakarta, kemarin.

Syarkawi mencontohkan harga gula, jika pada bulan puasa tahun sebelumnya mencapai Rp17 ribu dan bahkan di atas Rp20 ribu/kg, saat ini harganya Rp12.500/kg. (Nyu/MTVN/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya